Connect with us

Daerah

Tiga Terdakwa Kasus DAK, Didakwa Pasal Berlapis

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Direktur CV Jeevan Bersaudara, Nickodemus Salean (53) didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang telah melakukan penyimpangan terhadap sejumlah item pekerjaan saat mengerjakan pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB) dan satu ruang administrasi di SMK Negeri 7 Kupang, dan tiga RKB dan satu ruang administrasi di SMK Negeri 8 Kupang, yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kota Kupang, tahun 2015 lalu.

Penyimpangan ini sendiri telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 234.715.272, sementara itu, dua kontraktor lain yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini dan dituntut dalam berkas perkara secara terpisah adalah Maoridz J. Soleman dan Karel Wiliam Lay masing-masing didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 94.827.831 dan Rp 148.836.835.Ketiganya didakwa dengan berkas terpisah, namun disidangkan secara bersamaan karena mendapat majelis hakim yang sama.

Hal ini diuraikan JPU Kejari Kota Kupang, Januarius Bolitobi, dan Chris Malakka saat membacakan dakwaannya terhadap terdakwa Nickodemus Salean dalam sidang perdana di ruang sidang Tipikor, pada Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (28/2).

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Ikrarniekha Elmayawati Pau, didampingi dua hakim anggotanya, Ari Prabowo dan Ali Muhtarom ini juga dihadiri penasehat hukum terdakwa, George Nakmofa.

Dalam uraian surat dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh kedua JPU, menjelaskan kerugian negara ini dihitung berdasarkan hasil pemeriksaan tim audit di lapangan yang menemukan adanya kekurangan volume pekerjaan pada sejumlah item pekerjaan di setiap bangunan yang dibangun oleh ketiga kontraktor ini.

Dimana item-item pekerjaan seperti tembok fondasi, plester tembok batako, acian tembok, hingga pemasangan keramik pada bangunan yang dibangun oleh ketiga kontraktor ini di sejumlah SMA/SMK di Kota Kupang.

Namun dalam uraiannya Januarius Bolitobi dan Chris Malakka juga menjelaskan, ketiga terdakwa sudah menitipkan uang sebesar nilai kerugian negara yang didakwakan kepada masing-masing terdakwa.

Atas perbuatan para terdakwa, JPU menyatakan bahwa perbuatan para terdakwa telah terbukti secara sah meyakinkan melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ditambahkan JPU, perbuatan ketiga terdakwa juga diatur dan diancam dalam pasal 2 jo Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Atas surat dakwaan ini, ketiga terdakwa pada kesempatan tersebut melalui penasehat hukum mereka menjelaskan tidak keberatan dengan surat dakwaan yang sudah dibacakan JPU Kejari Kota Kupang, sehingga ketiganya tidak mengajukan keberatan atau eksepsi, dan bersedia untuk sidangnya dilanjutkan pada tahap pembuktian yang akan dilaksanakan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan JPU.

“Sidang dinyatakan selesai dan ditutup, dengan perintah agar Jaksa Penuntut Umum kembali menghadirkan para terdakwa dalam persidangan berikutnya pekan depan,” jelas Ketua Majelis hakim, Ikrarniekha Elmayawati Pau.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kemenparekraf Latih Pelaku Ekraf Medan Cara Menulis Skenario kreatif

Published

on

Continue Reading

Daerah

Pekan Depan, Jonas Salean Diadili di Kursi Pesakitan

Published

on

Continue Reading

Daerah

Wakil Ketua DPRD NTT Minta Berita Pengalihan Penahanan Jonas Salean Jangan Dibesar – Besarkan

Published

on

Continue Reading
Loading...