Mantan Kadisperindag Sabu Raijua, Divonis 10 Tahun Penjara - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

Mantan Kadisperindag Sabu Raijua, Divonis 10 Tahun Penjara

Published

on

image_pdfimage_print

Foto : Hendrik Tiip

Kupang, realitarakyat.com – Lewi Tandirura selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) terdakwa dalam kasus tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua divonis 10 tahun penjara.

Vonis selama 10 tahun terhadap Lewi Tandi Rura berdasarkan putusan kasasi yang diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT, Hnedrik Tiip.

Kepada wartawan, JPU Kejati NTT, Hendrik Tiip, Selasa (18/6) mengaku bahwa putusan kasasi terhadap Lewi Tandi Rura dari Mahkama Agung (MA) RI telah diterima JPU Kejati NTT.

Dalam putusan itu, kata Hendrik, majelis hakim menegaskan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama – sama dan berlanjut.

Untuk itu, majelis hakim dalam putusan kasasinya menjatuhkan vonis selama 10 tahun penjara kepada terdakwa Lewi Tandi Rura.

“Putusan kasasinya sudah kami terima dari MA RI. Dalam putusan kasasinya terdakwa dijatuhi hukuman selama 10 tahun penjara,”ungkap Hendrik.

Selain pidana selama 10 tahun, lanjutnya, terdakwa diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 500 juta. Dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana selama 8 bulan kurungan.

Menurut Hendrik, setelah menerima putusan dari MA RI untuk terdakwa, maka JPU Kejati NTT segera melakukan eksekusi terhadap terdakwa.

Pasalnya, tambah Hendrik, dalam putusan kasasi MA RI menyatakan agar terdakwa segera ditahan.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kadis TPHP : Hasil Integrasi Sapi-Sawit Kurang Diminati Warga Kalteng

Published

on

Continue Reading

Bekasi

Walikota Bekasi Terapkan Adaptasi New Normal Hingga 2 Agustus

Published

on

Continue Reading

Daerah

Gubernur Jabar : Polisi Petakan Pihak Bertanggung Jawab Konser Rhoma Irama

Published

on

Continue Reading
Loading...