Connect with us

Nasional

Kasus GKR Hemas, Pengamat: Bisa Terjadi Serangan Balik ke Sekjen DPD

Published

on

Pengamat hukum pidana dari Universitas Mpu Tantular Jakarta, Ferdinand Montororing

Jakarta, Realitarakyat.com – Pengamat hukum pidana dari Universitas Mpu Tantular Jakarta, Ferdinand Montororing, menyayangkan pembatalan undangan terhadap GKR Hemas jelang Sidang Istimewa Agustus lalu.

Ferdinand yang juga sebagai Ketua LBH Ampera ini menilai, apa yang terjadi dalam kasus GKR Hemas, adalah salah satu cermin kurangnya pemahaman pejabat negara soal tertib administrasi.

“Meski sudah diklarifikasi karena hal tata tertib, tapi jelas apa yang terjadi adalah cermin tidak maksimalnya, serta kurang cermatnya pejabat DPD soal administrasi, khususnya bidang persuratan,” kata Ferdinand, saat dihubungi Realitarakyat.com, di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Selain itu, lanjut Ferdinand, apa yang dilakukan DPD, berpotensi ancaman bagi kesekjenan di masa transisi saat ini.

“Ini bisa menyerang Sekjen DPD sendiri. Hal ini dikarenakan, pertama kekuasaan Oso akan tuntas dalam dua bulan mendatang. Lalu GKR Hemas akan menjadi salah satu kandidat pimpinan DPD karena terpilih kembali. Ke depan tidak mungkin kalau tidak terjadi hal-hal yang merupakan dampak dari peristiwa kemarin,” papar Ferdinand. (frn/ndi)

Headline

SBY: Siapa Pun Presidennya, Agenda Bilateral RI-AS Tetap Luas

Published

on

Continue Reading

Headline

Humas Polri Dorong Pemantapan Menejemen Media dalam Mewujudkan Kamtibmas Kondusif

Published

on

Continue Reading

Headline

Jiwasraya Disuntik Modal Rp20 Triliun, Politisi PKS Mardani Ali Sera Soroti Langkah Pemerintah

Published

on

Continue Reading
Loading...