PDH Belum Dijahit, Dress Code Paripurna Perdana Diubah Jadi PSH - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

PDH Belum Dijahit, Dress Code Paripurna Perdana Diubah Jadi PSH

Published

on

image_pdfimage_print

Bandung, Realitarakyat.com – Pakaian yang dikenakan para anggota DPRD Jabar periode 2019-2024 dalam sidang paripurna perdana tentang pembentukan tim penyusun rancangan tata tertip (Tatip) waw, beda dari biasanya.

Pakaian yang dikenakan mereka bukan pakaian dinas harian (PDH) sebagaimana yang biasa dikenakan anggota dewan saat mengikuti rapat paripurna. Tetapi pakaian sipil harian (PSH).

Pengamatan, beberapa anggota lama (anggota dewan periode sebelumnya) datang dengan mengenakan pakaian dinas harian (PDH) lengkap, berupa jas lengkap dengan pin dan dasi.

Sementara anggota baru datang dengan mengenakan bleser, baju batik, baju kemeja biasa tangan panjang, bahkan ada menambahkan dengan ikat kepala khas sunda.

Ketua Tim Penyusun Tatip, Tia Fitriani mengatakan hal ini terjadi karena kurangnya kominikasi. Selain itu, Sekretaris Dewan juga tengah pusing karena adanya penambahan jumlah anggota.

“Ya itu, ini karena komunikasi. Kemarin kitanya kan masih belum inten. Masih keneh kaget lah dari 100 anggota jadi 120 anggota, banyak yang harus dikerjakan,” kata dia.

“Jadi mungkin, dari Setwan kurang kesiapan untuk menyampaikan ke anggota baru,” kata politisi Partai Nasdem dari daerah pemilihan Jabar 2 (Kab Bandung).

Diperkirakan, dengan alasan itulah, maka dalam undangan dress code-nya di ubah, bukan PDH tetapi pakaian sipil harian (PSH).

Hal tersebut, menurut Tia, tidak masalah, mengingat Rapat Paripurna perdana ini adalah rapat paripurna internal.

“Tadi juga, rekan-rekan saya yang dari, ada yang dari sumedang, mereka kan bingung juga, terus mereka bertanya. Bu, bajunya apa? Saya bilang, harusnya sih bajunya baju kerja, baju safari,” ungkap dia.

Tidak berkata seperti itu, karena baju kerja, baju safari anggota dewan belum tentu selesai pembuatannya.

“Kemarin bajunya, dibagikannya mendadak sih. Jadi belum sempat jahit,” pungkasnya. (ach/ndi)

Daerah

Anies Baswedam Sebut Reklamasi Penting Untuk Selamatkan DKI Dari Banjir

Published

on

Continue Reading

Daerah

Bayar Gaji ASN Terpidana Korupsi, Pemda Rote Ndao Diduga Rugi Miliaran Rupiah

Published

on

Continue Reading

Daerah

Jenazah WNI Dalam Frezer di Kapal China Ternyata Benar Tewas Akibat Dianiaya

Published

on

Continue Reading
Loading...