Peredaran dan Penyalahgunaan Narkotika, BNN: Aceh Sudah Masuk Zona Merah - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

Peredaran dan Penyalahgunaan Narkotika, BNN: Aceh Sudah Masuk Zona Merah

Published

on

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol, Drs. H. Faisal Abdul Naser, MH didampingi Kepala BNNK Langsa, AKBP Navri Yuleni, SH, MH dan Kepala Kesbangpol dan Linmas, Agussalim, saat memberikan materi, Kamis (12/9/2019).
image_pdfimage_print

Langsa, Realitarakyat.com – Tingginya kasus penyalahgunaan dan peradaran narkoba wilayah hukum Aceh, dinilai sebagai miniatur kondisi narkoba di Indonesia. Hal dibuktikan dengan besarnya jumlah pengungkapan, penindakan serta penangkapan dan pemutusan jaringan sindikat narkoba yang dilakukan pihak kepolisian di wilayah ini dalam kurun waktu 2017 hingga Agustus 2019.

Demikian materi yang disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, Brigjen Pol, Drs. H. Faisal Abdul Naser, MH, pada acara sosialisasi Inpres Nomor 6 Tahun 2018, tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Virta Tirta Raya Langsa, Kamis (12/9/2019).

Dijelaskannya, jumlah narkoba yang berhasil diungkap oleh BNN Pusat dengan BNNP Aceh sejak tahun 2017 hingga Agustus 2019, ganja sebanyak 2,850.466,20 gram, ladang ganja seluas 60 hektar, sabu sebanyak 3.650.512,23 gram, pil ekstasi sebanyak 85.250 butir dan pil happy five sebanyak 20.000 butir.

Sedangkan untuk jumlah narapidana kasus narkotika di Lapas atau Rutan Aceh untuk bandar atau pengedar mencapai 2.491 orang dan pengguna sekitar 1.624 orang sepanjang tahun 2018.

“Untuk terdakwa kasus narkotika tuntutan pidana mati pada tahun 2018 di Kejari Aceh sebanyak 7 terdakwa, Kejari Aceh Timur sebanyak 12 terdakwa dan 1 terdakwa banding,” ujarnya.

Ditegaskannya lagi, Aceh sudah memasuki zona lampu merah maraknya peredaran narkoba dan ini harus menjadi perhatian serta tanggungjawab kita semua untuk memberantasnya.

Selain itu, kunci sukses pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba dapat tercipta dengan komitmen yang kuat antara center government, local leader dan grass root community. Mendorong peran instansi pemerintah khususnya Kota Langsa untuk lebih aktif bersama-sama BNN memberikan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya narkoba.

Kemudian, meningkatnya peranan instansi pemerintah dalam mendukung keberhasilan program P4GN dan pegawai Pemko Langsa dapat berperan aktif dan pendayagunaan seluruh komponen dan potensi bangsa dalam menghadapi keadaan darurat narkoba menuju Indonesia yang sehat.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNNK Langsa, AKBP Navri Yuleni, SH, MH, menyampaikan, bahwa dalam sosialisasi ini BNNP Aceh telah menetapkan 10 lokasi diantaranya Kota Langsa.

Kemudian, telah banyak yang dilakukan BNNK Langsa dalam mencegah serta memberantas narkoba, seperti membangun sinergisitas dengan instansi pemerintah serta pihak lain dalam mewujudkan gampong Bersih Narkoba (Bersinar).

Namun demikian, agar hal itu dapat segera terwujud maka perlu dukungan peran serta masyarakat dalam bentuk anggaran, perlu dilakukan pelatihan liife skill bagi kelompok masyarakat renta penyalahgunaan narkoba serta tiindak lanjut dari keberhasilan masyarakat dalam menciptakan gampong zero narkoba perlu diberikan reward untuk motivasi masyarakat. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Anies Baswedam Sebut Reklamasi Penting Untuk Selamatkan DKI Dari Banjir

Published

on

Continue Reading

Daerah

Bayar Gaji ASN Terpidana Korupsi, Pemda Rote Ndao Diduga Rugi Miliaran Rupiah

Published

on

Continue Reading

Daerah

Jenazah WNI Dalam Frezer di Kapal China Ternyata Benar Tewas Akibat Dianiaya

Published

on

Continue Reading
Loading...