Mahasiswa Unpad Nyatakan Mosi Tidak Percaya Pada Jokowi - Realita Rakyat
Connect with us

Politik

Mahasiswa Unpad Nyatakan Mosi Tidak Percaya Pada Jokowi

Published

on

Bandung, Realitarakyat.com – Konsolidasi Mahasiswa Universitas Padjadjaran (KM Unpad), menyampaikan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan anggota DPR RI masa jabatan 2014-2019.

Hal itu, terkait pemberantasan korupsi yang telah diamanatkan reformasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara Konsolidasi Mahasiswa Universitas Padjadjaran, Luthfi mengatakan KPK merupakan amanat dari Reformasi pasca runtuhnya Rezim Otoriter yang sarat KKN yaitu Rezim Orde Baru.

“Dalam perjalanannya, KPK berhasil menjadi satu-satunya lembaga yang dipercaya masyarakat sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia, ketika kepolisian dan kejaksaan kehilangan kredibilitas,” kata Luthfi dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (15/9/2019).

Dijelaskan Luthfi, keberhasilan KPK mengungkap sejumlah kasus korupsi membuat pihak-pihak yang bersekongkol merampok uang rakyat terganggu, oleh karenanya upaya pelemahan terhadap KPK dilakukan.

Contohnya, pertama, kasus Antasari Azhar yang didakwa merancang pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen. Contoh kedua, polemik penetapan calon Kapolri Komjen Pol. Budi Gunawan Januari 2015.

Contoh ketiga, kasus dua pimpinan KPK yang ditersangkakan, Abraham Samad kasus pemalsuan dokumen,.dan Bambang Widjojanto kasus kesaksian palsu.

“Setelah itu, ada kasus penyiraman air keras terhadap salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan,” kata dia.

Kini, di ujung pengabdiannya wakil rakyat senayan, ujung-ujung mengajukan langkah inisiatif, untuk revisi UU KPK dan Presiden RI Joko Widodo menyetujuinya.

Revisi menyangkut empat point krusial yaitu terkait keberadaan dewan pengawas, aturan penyadapan, kewenangan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) dan status pegawai KPK.

“Semua itu, bukan lagi bentuk upaya pelemahan terhadap KPK, melainkan sudah pada tahap merampas entitas yang dimiliki KPK sebagai komisi independen pemberantas korupsi,” katanya.

Tidak hanya itu, Luthfi juga menegaskan, pemilihan Irjen Firli Bahuri oleh Pansel Calon Pimpinan KPK, yang kemudian ditetapkan oleh DPR sebagai Ketua KPK, semakin memperkeruh polemik yang ada.

“Padahal, Firli Bahuri oleh Pimpinan KPK sebelumnya telah dinyatakan melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik.”

Mempertimbangkan berbagai hal tersebut kami dari Konsolidasi Mahasiswa Universitas Padjadjaran dengan ini menyatakan;

1. Bahwa Pemerintahan Joko Widodo beserta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah mengkhianati amanat Reformasi untuk memberantas korupsi apabila Revisi Undang-Undang KPK terus dilanjutkan.

2. Bahwa kami sebagai mahasiswa tidak mempercayai komitmen Pemerintahan Joko Widodo beserta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam memberantas korupsi apabila Revisi Undang-Undang KPK terus dilanjutkan.

3. Bahwa kami sebagai mahasiswa akan bergerak dan tidak akan diam apabila Mosi Tidak Percaya ini tidak dihiraukan pihak-pihak terkait khususnya pihak Pemerintah. [ipg]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Politik

Ketum Partai Gelora Anis Matta : Indonesia Harus Siap Hadapi Krisis Global Berkepanjangan

Published

on

Continue Reading

Headline

Pilpres 2024 Mendatang Diperkirankan Tokoh – Tokoh Muda Yang Mendominasi

Published

on

Continue Reading

Politik

AHY: Orang Tua Khawatir Anak-anak Sekolah di Tengah Pandemi Corona

Published

on

Continue Reading
Loading...