Connect with us

Hukum

Waspada.!! Mie Berformalin Beredar di Sejumlah Wilayah, Ini Buktinya

Published

on

Ilustrasi, petugas kepolisian menggerebek pabrik mie berformalin di Cianjur, Jawa Barat. (foto: ist/net)

Jakarta, Realitarakyat.com – Jajaran penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Mabes Polri membongkar praktik kotor produsen mie basah yang mengandung boraks dan formalin.

Di kasus ini, pihak Bareskrim Polri telah menangkap tiga pelaku. Dalam melancarkan aksinya, mereka mencampur formalin ke air rebusan mie dan mencampurkan boraks dalam adonan.

“Formalin dan boraks diperoleh pelaku dari Bandung, Bogor, Sukabumi dan Cianjur,” kata Wakil Direktur Tipiter Bareskrim Polri, Kombes Pol Mohamad Agung Budijono, di Kantor Bareskrim, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Sementara, kata dia, bahan berbahaya seperti formalin ini dicampurkan agar mie buatan para pelaku ini awet. Sedangkan boraks, digunakan agar mie yang diolah memiliki tekstur kenyal.

Mie yang sudah dicampur dengan zat berbaya itu, kemudian diedarkan oleh pelaku ke sejumlah wilayah di DKI Jakarta, Cianjur, Bogor, Bekasi dan Sukabumi.

Dari hasil penyidikan diketahui, para tersangka memproduksi mie sebanyak 5 ton hingga 7 ton per hari dengan omzet Rp50 juta hingga Rp100 juta per bulan.

“Mie dibungkus menjadi satu bal, per bal berisi 40 kg mi siap edar,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus ini, pihak polisi berhasil menyita barang bukti diantaranya empat mesin cetak mie, empat mesin pengaduk adonan, dua gerigi, empat timbangan, lima kipas angin, satu mesin kompresor dan dua tabung pompa solar.

Selain itu juga disita 73 karung tepung terigu merk Dragon Fly dengan berat 25 kg, 25 bungkus pewarna makanan PT Central Lautan Permana, satu sak tepung aci, dua jerigen cairan yang mengandung formalin, satu sak bubuk formaldehide, setengah sak bubuk boraks dan 85 bal mie berformalin siap edar setara dengan 3,5 ton.

Tiga pelaku yang mengedarkan mie berbaya tersebut yakni M (57) ditangkap di Nanggeleng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kemudian AS (53) dan RH (39) di Cianjur, Jawa Barat.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 136 huruf b Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp10 miliar dan Pasal 8 ayat (1) huruf a Jo Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar. (yus/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

MK Gelar Sidang Perdana Gugatan UU Ciptaker

Published

on

Continue Reading

Hukum

Polisi Juga Bakal Periksa Pria dalam Video Syur Mirip Gisel

Published

on

Continue Reading

Hukum

Polisi Periksa Lima Orang Pelanggaran Protkes Acara Rizieq di Megamendung

Published

on

Continue Reading
Loading...