Kritik Terhadap Revisi KUHP Dilakukan Secara Sporadis dan Ad Hoc - Realita Rakyat
Connect with us

Hukum

Kritik Terhadap Revisi KUHP Dilakukan Secara Sporadis dan Ad Hoc

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Guru Besar Hukum Pidana Muladi menyebutkan, kritik terhadap revisi KUHP dilakukan secara sporadis dan ad hoc. Artinya, tidak mendasar karena sebenarnya rancangan KUHP ini rekodifikasi total, bukan amendemen dan bukan revisi untuk membongkar pengaruh kolonial Belanda.

“Jangan sampai gagal. Ditunda boleh, tetapi gagal berarti kita cinta penjajahan,” kata Muladi, Minggu (22/9). Terlebih lagi, dalam merumuskan KUHP, tim perumus selalu menggunakan margin appreciation dan testing stone atau batu penguji yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun1945, HAM dan kewajiban HAM dan azas-azas hukum umum, yang diakui bangsa-bangsa beradab.

RKUHP ini sebenarnya dijadwalkan akan disahkan pada Rapat Paripurna DPR  RI, 24 September lalu. KUHP yang saat ini diberlakukan, adalah KUHP yang bersumber dari hukum kolonial Belanda.

Yakni Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch-Indië, yang mulai berlaku sejak 1 Januari 1918. Rencara revisi KUHP sendiri sudah dimulai dalam sebuah seminar pada tahun 1963.

Tim perumus RKUHP sepakat tidak membuat KUHP sama sekali dari nol. Tim melakukan rekodifikasi KUHP Hindia Belanda. RKUHP kemudian baru mengalami kemajuan ketika Muladi menjadi Menteri Kehakiman.

Muladi sempat mengajukan RKUHP ini ke Sekretariat Negara. Namun, baru pada tahun 2013 DPR secara intensif melakukan pembahasan RKUHP.[sas]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

20 Saksi Kasus Bea Cukai Batam Diperiksa, Termasuk Pengusaha

Published

on

Continue Reading

Hukum

Kejari Cilegon Bantah Penyedia Paket Sembako Tak Layak Konsumsi

Published

on

Continue Reading

Hukum

Kejaksaan Diminta Segera Tuntaskan Kasus KONI

Published

on

Continue Reading
Loading...