Connect with us

TNI -POLRI

Musuh Manfaatkan Teknologi untuk Menyerang

Published

on

Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra saat membacakan sambutan tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada acara Seminar Nasional 'Reformasi TNI Menuju Transformasi TNI Tahun 2045.' (Foto: Puspen TNI)

Jakarta, Realitarakat.com – Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra menilai, saat ini dunia sedang berubah dan perubahan itu semakin cepat. Di satu sisi, kemajuan teknologi memungkinkan menciptakan teknologi baru. “Muncul penggunaan teknologi untuk tujuan yang bertentangan dengan kepentingan bangsa dan negara,” katanya di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (25/9).

Hal itu disampaikannya saat membacakan sambutan tertulis  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada acara Seminar Nasional TNI. Seminar tersebut mengangkat tema ‘Reformasi TNI Menuju Transformasi TNI Tahun 2045.’ Menurutnya, penggunaan teknologi juga semakin mudah dimanfaatkan oleh musuh untuk menyerang. Sebagai contoh adalah serangan drone ke kilang minyak Arab Saudi.

“Yang lebih sederhana lainnya adalah media sosial. Medsos sering digunakan untuk menggerakkan kerusuhan, atau bahkan merekrut sel-sel teroris baru,” ujarnya. Dalam seminar yang dihadiri 200 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi itu, dia menambahkan bahwa teknologi juga memunculkan paradoks. Yakni berupa kesenjangan akibat jurang berupa penguasaan dan pemanfaatan teknologi.

“Untuk itu, TNI harus memperkuat sumber daya manusia yang dimilikinya. Sehingga, TNI tidak hanya sebagai pengawak alutsista yang modern, tetapi juga personel yang mengarahkan adaptasi inovasi,” tandasnya.

 

Langkah Strategis

Selain itu, kata dia, TNI juga harus merumuskan langkah-langkah strategis jangka panjang. Khususnya menjelang 100 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 2045. “Secara khusus, Indonesia masih berhadapan dengan berbagai bencana alam. Selain itu juga masih memiliki tantangan berupa gerakan separatisme maupun terorisme,” tegasnya.

Di luar itu, terdapat pula perubahan iklim dan pertambahan jumlah penduduk. Hal itu tentunya akan berkaitan dengan ketersediaan pangan, energi ataupun air. “Diperkirakan, pada tahun 2045 jumlah penduduk dunia akan mencapai 10 miliar jiwa. Indonesia diramalkan akan menjadi negara maju, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kelima dunia,” paparnya.

Satu dekade sebelumnya, yaitu pada tahun 2036, Indonesia mengalami bonus demografi yang sangat strategis bagi pembangunan nasional. “Tetapi, kita harus mewaspadai pula 20 – 30 tahun kegagalan tinggal landas dan mencapai keunggulan,” imbuhnya.

Terkait peluang dan tantangan tersebut, TNI juga telah mencanangkan diri untuk menjadi organisasi yang adaptif. “Sekaligus organisasi yang mampu menghadapi perkembangan dunia, dengan segala kompleksitas tantangannya,” tukas dia.[sas]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Kapolri Idham Azis Dorong Humas Jadi Sumber Informasi Cepat dan Tepercaya

Published

on

Continue Reading

Headline

Menghadapi Tiongkok di Perairan Natuna: Dulu-Sekarang

Published

on

Continue Reading

Headline

Kasus LGBT di TNI-Polri, Orientasi Seks Disoroti

Published

on

Continue Reading
Loading...