Connect with us

Daerah

Tak Perlu ke Thailand, Patung Budha Tidur juga Ada di Lasem Rembang

Published

on

Realitarakyat.com – Banyak sekali peninggalan sejarah yang berada di Nusantara, salah satunya di Kabupaten Rembang, tidak jauh dari Lasem terdapat sejarah patung Budha tidur.

Ingin melihat patung Budha tidur secara langsung? tidak perlu jauh-jauh pergi ke Thailand, karena di Indonesia juga ada patung Budha tidur. Patung ini merupakan salah satu dari enam situs bersejarah yang terdapat di dalam Vihara Ratanavana Arama Lasem.

Vihara ini berlokasi di desa Sendang Coyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Berjarak 4 kilometer dari jalan raya utama (jalur pantura) kota Lasem.

Di area lahan seluas 6 hektar ini anda dapat melihat sejarah hidup Sang Budha Sidharta Gautama mulai dari lahir sampai dengan wafat. Terdapat enam situs yang setiap situsnya mewakili setiap kejadian yang dialami oleh Budha.

Situs yang pertama menceritakan kelahiran Sang Budha oleh ibunya Dewi Mahamaya. Di situs tersebut terdapat taman yang asri lengkap dengan patung Sang Budha, Ibunya, gajah putih, ular naga raksasa sepanjang 25 meter dan tujuh bunga terartai. Dengan sedikit menaiki beberapa anak tangga, anda akan sampai pada situs yang kedua.

Patung Budha setinggi 3 meter sedang duduk bersemedi di bawah pohon beringin dengan badan nampak kurus kering yang mewakili cerita tentang Sidharta Gautama ketika bersemedi selama enam tahun di hutan Uruvela, India.

Lanjut di situs ketiga yang terdapat patung Budha sedang berdiri di atas bunga teratai dengan tangan kanan diangkat setinggi dada dan telapak tangan menghadap ke depan yang menunjukkan bahwa Sang Budha telah berhasil dalam pertapaannya.

Pada situs keempat, terdapat patung Budha yang duduk di atas bunga teratai, sedang mengajarkan ajarannya kepada beberapa muridnya.

Semakin ke atas sampailah pada situs kelima yaitu patung Budha sepanjang 14 meter yang sedang tidur dengan posisi miring ke kanan dengan tangan kanannya dilipat di depan wajahnya yang mewakili cerita wafatnya Sang Budha dalam kondisi yang sempurna.

Selain dari kelima situs tersebut, masih terdapat beberapa situs lagi yang sayang sekali untuk anda lewatkan. Karena Vihara ini masih digunakan sebagai tempat ibadah, maka bagi pengunjung yang berkunjung disini harus menaati aturan dari pihak Vihara, seperti tidak boleh berkata kotor dan berpacaran di dalam area Vihara.

Untuk masuk Vihara ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Berlibur, belajar sejarah dan belajar toleransi antar umat.

Bupati menegaskan memajukan sektor pariwisata menjadi salah satu visi-misinya, sehingga Pemkab akan membantu Sendangcoyo. Salah satunya memfasilitasi masalah akses jalan.

Pada 2019 ini, juga pembangunan jalan penghubung antara Desa Ceriwik Kecamatan Pancur – Sendangcoyo Lasem. Ke depan diharapkan kedua desa tersebut saling melengkapi dan menjadi paket wisata yang menarik, Ceriwik dengan agrowisatanya dan Sendangcoyo dengan wisatanya.

Sementara itu Wakil Bupati Bayu Andriyanto mengajak warga Jawa Tengah, warga Indonesia untuk berkunjung ke Rembang. Sebab, Semakin hari banyak destinasi yang terus digarap dan recomended menjadi sasaran liburan.

Sementara itu, Kepala Desa Dwi Sukamdi menyebut, pengelolaan wisata Sendangcoyo sendiri dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan didukung oleh BUMDes setempat,” ungkapnya, Saat ditemui wartawan realitarakyat.com di kediamanya, Senin (30/9/2019). (aw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Wali Kota Bogor Dorong Pembentukan FEK

Published

on

ist/net
Continue Reading

Bekasi

Akhir Tahun Ini, Kabupaten Bekasi Bakal Bangun Puluhan Sarana Olahraga

Published

on

ist/net
Continue Reading

Daerah

Di Cianjur-Jabar, kuota CPNS dokter spesialis-disabilitas tak terisi

Published

on

Continue Reading
Loading...