Anak Sekolah Temukan Mayat Di Selokan - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

Anak Sekolah Temukan Mayat Di Selokan

Published

on

Jasad yang ditemukan berhasil diidentifikasi. Tidak ada tanda-tanda kekerasan dan keluarga korban menolak dilakukan otopsi. (Foto: Realitarakyat.com/Sim)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Perjalanan ke sekolah sejumlah siswa di Desa Oekiu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Seatan (TTS), Rabu (2/10) menjadi cerita yang tak biasa. Sebab, sekitar pukul 5.30 WITA, anak-anak yang sedang menuju sekolah justru menemukan mayat dalam selokan.

Tepatnya, di ruas jalan Oekiu-Bena. Kaget dengan apa yang dilihat, membuat mereka menyampaikannya kepada warga yang lain. Warga kemudian datang bersama aparat kepolisian, yang langsung memeriksa jasad dalam selokan tersebut.

Dari hasil identifikasi polisi, jasad tersebut diketahui bernama Yorisben Sakan. Pria berusia 35 tahun itu berdomisili di RT 06/RW 03 Dusun 1 desa Oekiu.

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika pada Selasa (1/10) sekitar pukul 22.00 WITA, Yorisben bersama dengan Yefta Naat, Luter Sakan, Joni Beis dan Jitro Atonis pergi ke rumah duka tempat disemayamkannya Nikodemus Tateni.

Kedatangan mereka untuk memberi sumbangan duka secara adat. Setelah itu, Yorisben bersama keluarga makan bersama. Sekitar pukul 23.30 WITA, warga yang datang bersama Yorisben kembali ke rumah mereka.

Sementara, Yorisben sendiri masih di rumah Jermias Atonis,  tempat duka. Hingga pada pagi harinya kata Jamari, saat anak-anak melalui jalan itu untuk pergi ke sekolah, mereka melihat ada mayat dalam selokan.

“Dari hasil olah TKP dan hasil visum serta keterangan para saksi, kematian korban diduga kuat karena benturan kuat pada bagian kepala. Tepatnya pada dahi kanan korban, yang jatuh dan terbentur di dalam selokan,” paparnya.

Akibatnya, terjadi pendarahan dalam yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Menurut Iptu Jamari, keluarga memutuskan untuk menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi atau bedah mayat.[sim/sas]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Sidang Pendeta Cabul Digelar Besok, 7 Saksi Bakal Dihadirkan

Published

on

, pendeta Hanny Layantara
Continue Reading

Daerah

200 Siswa Secapa TNI AD Positif Corona, Warga di Sekitar Tolak Rapid Test

Published

on

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Ema Sumarna
Continue Reading

Daerah

Bupati Lumajang Diperiksa Polda Jatim Di Duga Akibat Pencemaran Nama Baik

Published

on

Continue Reading
Loading...