Connect with us

Daerah

Perlu Kolaborasi Kembangkan Tenun di Timor Tengah Selatan

Published

on

Kementerian Perindustrian Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Timor Tengah Selatan untuk mengembangkan potensi tenun di daerah tersebut. (Foto: Realitarakyat.com/sim)

Realitarakyat.com – Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, mempunyai potensi tenun yang luar biasa. Khususnya jika dikembangkan oleh pemerintah daerah. Karena itu, perlu kerja sama berbagai pihak.

“Kita bersyukur, karena melalui Kementerian Perindustrian Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, telah berkolaborasi bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi yang ada di daerah,” kata Direktur Industri Kecil Menengah (IKM) Sandang Kerajinan dan Industri Aneka, E. Ratna Utarianingrum.

Hal itu dikatakannya saat ditemui ketika membuka kegiatan sentra IKM tenun di Gedung IKM Dinas Perdagangan Perindustrian dan UKM TTS. Dia berharap, setiap penenun di daerah itu agar kembali mengelola bahan lokal,

“Hal itu demi meningkatkan kualitas produk tenunan di daerah. Komitmen yang telah dibangun, diharapkan bisa terus dikembangkan demi meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Untuk TTS, produk unggulannya adalah Tenun. Dengan berkolaborasinya Kemenperin dan Kementerian Pertanian, mempunyai konsep agar bagaiamana kapas bisa dikembangkan. Sehingga, bisa memenuhi pasar benang di daerah tersebut.

Hal itu agar tidak menggunakan benang-benang dari luar negeri. Untuk menghasilkan kualitas tenun yang bagus, para penenun harus kembali menggunakan bahan-bahan lokal. Sehingga, kelemahan yang dimiliki, harus diperbaiki bersama.

“Kalau kapasnya kita punya, kemudian kita olah jadi benang, pastinya jadi produk yang kualitasnya bagus. Ini yang mau kita lakukan dan perlihatkan di TTS, yaitu ada kapasnya, membuat benang dan menghasilkan produk yang baik,”tandasnya.

Dari kegiatan itu, jika dikemas lebih baik lagi tentu bisa saja menjadi wisata edukasi. Dimana, wisatawan bisa belajar menenun. Tetapi, bahan bakunya – dalam hal ini kapas – harus mampu disediakan.

“Dari beragam motif yang ada, bukan tidak mungkin untuk bisa dibuatkan hak ciptanya. Yang penting, stori dari motif tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Pemerintah pasti membantu,” tegasnya.’

Adapun kegiatan pelatihan itu dimulai sejak tanggal 10 sampai dengan tanggal 17 Oktober dan diikuti oleh sepuluh orang peserta.[sim/sas]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Saksi Mengaku Diberikan Tanah Kapling Oleh Terdakwa

Published

on

Continue Reading

Daerah

KPU Bandung Targetkan Logistik Pilbup Sampai di Kecamatan Pekan Depan

Published

on

Agus Baroya (ist/net )
Continue Reading

Daerah

Kasus Labuan Bajo, Penyidik Kejati NTT Panggil 10 Orang Saksi ke Kupang

Published

on

Continue Reading
Loading...