Connect with us

Daerah

Gubernur Koster Minta Menteri Luhut Diam Soal Teluk Benoa

Published

on

Gubernur Bali Wayan Koster / Net

Realitarakyat.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan diminta agar tak lagi berpolemik soal pelaksanaan reklamasi Teluk Benoa, Bali.

Menurut Gubernur Bali, Wayan Koster meski Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 51 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung dan Gianyar, belum dicabut. Namun, Perpres tersebut tak berlaku untuk wilayah Teluk Benoa.

“Kan Pak Menko bilang Perpres 51 masih berlaku, tapi tidak bisa dilaksanakan. Saya minta Pak Menko jangan lagi berpolemik, diam saja,” kata Koster kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

Koster menjelaskan, dalam Perpres 51 tersebut memang ada pengaturan bahwa Teluk Benoa sebagai kawasan yang bisa dimanfaatkan. Tapi untuk teknis pelaksanaannya merupakan kewenangan menteri Kelautan dan Perikanan.

Jadi, Teluk Benoa sekarang sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi Maritim oleh Kementerian KKP. Artinya di kawasan tersebut tak bisa lagi direklamasi.

Kendati Perpres memang masih ada, namun bagi politikus PDI Perjuangan ini, tidak lagi efektif. “Perpres ini ada tapi tidak efektif, tidak dapat dilaksanakan (reklamasi) karena sudah ditutup oleh menteri KKP,” tegas Koster.

Diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan surat keputusan menjadikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim.

Keputusan tersebut dikeluarkan pada 4 Oktober 2019 melalui Keputusan Menteri No. 46/KEPMEN-KP/2019.

Kepmen tersebut ditandatangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Jangan Pilih Mantan Napi Korupsi di Pilkada

Published

on

ilustrasi/net
Continue Reading

Daerah

Kasus Bank NTT Cabang Surabaya, Jaksa Selamatkan Uang Negara Rp. 128 miliar

Published

on

Continue Reading

Daerah

Terbukti Korupsi, Muhamad Ruslan Divonis 10 Tahun Penjara

Published

on

Continue Reading
Loading...