Connect with us

Headline

Jokowi Langgar Sopan Santun Bertatanegara

Published

on

Presiden Jokowi / Net

Realitarakyat.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) beralasan tak mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) KPK karena menghormati sopan santun bertatanegara.

Penyataan itu pun dipertanyakan Manager Riset Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Badi’ul Hadi Fitra, dalam diskusi ‘Penyikapan Masyarakat Madani atas Keputusan Presiden Membatalkan Perppu’ di Kantor Formappi, Matraman, Senin (4/11/2019).

Menurutnya, justru Jokowi lah yang sedang melanggar sopan santun bertatanegara karena tidak menerbitkan Perppu KPK.

“Yang menarik itu adalah Presiden berbicara soal sopan santun bertatanegara. Justru kalau kita melihat ketika Presiden dengan senang hati berbicara bahwa ketika kita tidak menghormati proses uji meteri di MK itu kita melanggar sopan santun bertatanegara, justru ini presiden sedang melanggar sopan santun bertatanegara,” kata Badi’ul.

Dia menjelaskan pelanggaran sopan santun yang dilakukan Jokowi karena tidak menjalankan konsensus pemberantasan korupsi. Menurutnya, konsensus tersebut telah disepakati sejak Reformasi 1998.

“Agenda pemberantasan korupsi itu kan konsensus bersama yang disepakati oleh seluruh elemen bangsa sebagai bagian agenda reformasi ’98. Konsensus ini ketika dilanggar, maka otomatis dia akan melanggar sopan santu bertatanegara, tentu karena ini konsensus bersama. Jadi siapa sebenarnya yang melanggar sopan santun bertatanegara?” tegasnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal tidak akan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk mencabut Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat berbincang dengan awak media di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, akhir pekan lalu. Jokowi pun memiliki alasan tersendiri tidak mengeluarkan Perppu.

“Kita melihat bahwa sekarang ini masih ada proses uji materi di MK. Kita harus menghargai proses-proses seperti ini,” kata Jokowi.

“Jangan ada, orang yang masih berproses, uji materi kemudian langsung ditimpa dengan sebuah keputusan yang lain. Saya kira kita harus tahu sopan santun dalam bertatanegaraan,” jelas Jokowi.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPD

Terima Pengurus Gercin, LaNyalla Ingin Fokus Bahas Kesejahteraan Papua

Published

on

Continue Reading

Daerah

Kejati Kembali Lirik Kredit Macet Bank NTT Rp. 17 Miliar

Published

on

Continue Reading

Headline

HNW : Riau Telah Menghadirkan Khimah Kebijaksanaan Bagi Para Pemuda Indonesia

Published

on

Continue Reading
Loading...