Connect with us

Daerah

STAK Arastamar Sosialisasikan Pencegahan Human Trafficking

Published

on

Peserta Training of Trainer (ToT) tentang Trafficking dan 12 Nilai Perdamaian dengan tema ‘Aku Bukan untuk Dijual.’ (Foto: realitarakyat.com/Simron Yerifrans)

Realitarakyat.com – Maraknya perdagangan orang atau human trafficking belakangan ini, salah satunya disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat. Khususnya tentang perdagangan orang dan akibatnya.

Karena itu, perlu keterlibatan semua stakeholder untuk memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Termasuk diantaranya sosialisasi lewat sekolah maupun Perguruan Tinggi (PT).

Karena itu, Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Arastamar, Soe, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Yayasan Generasi Bisa Indonesia, Denpasar, Bali, menggelar Training of Trainer (ToT) tentang Trafficking dan 12 Nilai Perdamaian dengan tema ‘Aku Bukan untuk Dijual.’

Human trafficking adalah persoalan bersama yang perlu mendapat perhatian semua pihak. Karna itu, perlu sosialisasi kepada masyarakat bagaimana mencegah hal tersebut,” kata Ketua STAK Arastamar Odja Tamonob.

Dikatakan, lewat sosialisasi tersebut maka bisa memberi pemahaman kepada masyarakat tentang human trafficking dan akibatnya. “Kita harapkan, sosialisasi kepada peserta yang hadir selanjutnya bisa memberikan pemahaman saat mereka berada di tengah lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Odja menambahkan,  ada beberapa cara agar terhindar dari perdagangan orang. Yakni jangan tergoda dengan iming iming gaji yang tinggi. Selain itu, jangan berikan identitas kepada orang yang tidak dikenal.

“Orang tua/keluarga harus tahu pekerjaan apa yang dilakukan oleh anak atau anggota keluarganya. Kemudian, anak atau anggota keluarga juga harus mencatat dan simpan nomor keluarganya. Lalu, carilah informasi yang banyak jika ingin bekerja di luar negeri. Laporkan kepada pihak berwajib jika ada tanda-tanda adanya perdagangan orang,” paparnya.

Adapun kegiatan yang berlangsung sejak 4 hingga 6 November itu diadakan di Aula STAK Arastamar dan diikuti oleh 20 orang peserta. Mereka terdiri dari dosen,  mahasiswa,  pemuda pemerhati sosial, Majelis Gereja dan Pemuda Gereja Siloam Nulle.

Tujuan  kegiatan dilakukan adalah  karena  PT menerjemahkan Tri Darma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi pencegahan penjualan manusia, yang marak terjadi di daratan Timor, khususnya di Kabupaten TTS.[sas]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kasus PDAM Kabupaten Kupang, Jaksa Periksa Enam Orang Saksi

Published

on

Continue Reading

Daerah

Akibat Peningkatan Kasus Covid 19, Pemkot Mataram Akan Keluarkan Edaran WFH Kembali

Published

on

Continue Reading

Daerah

Ratusan Warga Purba Julu Madina Mengungsi, Khawatir Dampak Gas Beracun

Published

on

Continue Reading
Loading...