Connect with us

Hukum

Antasari Azhar Bantah Masuk Calon Anggota Dewas KPK, Ini Alasannya

Published

on

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar / Net

Realitarakyat.com – Mantan Ketua KPK Antasari Azhar membantah kabar dirinya akan menjadi anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, ada satu pasal dalam UU KPK baru yang membuatnya tak bisa menjadi anggota Dewas KPK.

“Saya udah bilang. Saya ada satu pasal yang tak bisa. Pernah menjalani pidana penjara selama lima tahun. Tujuan mereka tercapai saat dulu. Sekarang saya mainnya sudah susah,” kata Antasari di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Namun, dia enggan menyebut ‘mereka’ yang dimaksudnya.

Lebih lanjut, Antasari mengatakan anggota Dewas KPK harus orang mengerti teknis hukum. Dia tak mempermasalahkan soal teknis pemilihan Anggota Dewas KPK.

“Mau pansel atau ditunjuk presiden yang penting orangnya. The right man on the right place. Syaratnya apa? Orang yang ngerti teknis hukum, ngerti unsur,” ujar Antasari.

Menurut Antasari, banyak yang belum mengerti teknis hukum. Dia pun menjelaskan unsur-unsur yang ada di KPK.

“Belum tentu semua mengerti. Banyak yang nggak ngerti. Jadi orang yang harus ngerti teknis hukum. Unsur itu apa. Tadi ada barang bukti, kapan jadi barang bukti, kapan jadi rampasan,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam UU 19/2019 tentang KPK memang diatur soal syarat menjadi Anggota Dewas KPK yang salah satunya tidak pernah dijatuhi pidana 5 tahun atau lebih. Berikut isi pasal 37D huruf f yang mengatur hal itu:

f. tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun.

Sementara, Antasari pernah divonis bersalah dalam kasus terlibat pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen pada 2009. Antasari kemudian dijatuhi hukuman 18 tahun penjara. Namun Antasari mendapat grasi dan kemudian bebas pada 2017.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, Sahroni: Hormati Temuan Penegak Hukum

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Hukum

Belajar dari Perkara Wawan, KPK Hati-hati Terapkan TPPU pada Nurhadi

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Hukum

Hasil 11 Pengungkapan, BNN Musnahkan Ratusan Kg Sabu dan Ekstasi

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading
Loading...