Connect with us

Nasional

Pidana Pemilu Lebih Mudah Diselesaikan Lewat Penanganan Pelanggaran Administrasi

Published

on

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Ratna Dewi Pettalolo. (Foto: Ist/Net)

Realitarakyat.com – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Ratna Dewi Pettalolo berharap, pelanggaran pidana pemilu – baik berdasarkan UU Pemilu dan UU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) – dapat diselesaikan dalam ranah pelanggaran administrasi pemilu.

“Ranah penanganan pelanggaran pidana pemilu akan lebih mudah diselesaikan melalui penanganan pelanggaran administrasi. Apalagi, Bawaslu memiliki kewenangan penuh dalam menangani pelanggaran administrasi pemilu yang putusannya final dan mengikat,” katanya, Senin (11/11/2019).

Dewi menambahkan, ada banyak kasus, misalnya dalam tahapan Pemilu Serentak 2019 lalu. Dimana Bawaslu menemukan ada peserta pemilu yang memenuhi unsur pidana.

“Namun ketika keputusan Bawaslu itu masuk ranah penyidikan di kepolisian atau penuntutan di kejaksaan, kerap kali perbuatan yang terindikasi pidana pemilu itu malah dinilai masuk ranah pelanggaran administrasi,” ujarnya.

Dikatakan, desain tersebut diperlukan agar kemandirian Bawaslu dapat ditegakkan. Dirinya menganggap, ada ketidakpahaman antarpenegak hukum dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu, kejaksaan, dan kepolisian dalam menilai pelanggaran pidana pemilu.

“Sehingga, akan lebih efektif jika ada penguatan dalam penyelesaian pelanggaran, menggunakan administrasi pemilu. Tentunya kalau hal ini diterima, kapasitas penguatan pengawas pemilu harus betul-betul kita bisa jamin,” tandasnya.[sas]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Kementerian PUPR Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan 380.376 Unit di 2021

Published

on

Continue Reading

Headline

Wapres Maruf Amin : Dampak Covid 19 , Kemiskinan dan Ketimpangan segera Terlihat

Published

on

Continue Reading

Headline

Per hari Ini 23 Januari Kasus Positif Covid 19 Bertambah 12.191 Jadi 977.474 Orang

Published

on

Continue Reading
Loading...