Connect with us

Peristiwa

Bongkar Praktek Salon Kecantikan Ilegal, Polisi Amankan Dua WNA Asal China

Published

on

Rilis Salon Kecantikan Ilegal Polres Jakarta Utara / Ist

Realitarakyat.com – Polres Metro Jakarta Utara berhasil membongkar praktik salon kecantikan ilegal di Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara. Salon itu berada di Rukan Eksklusif Blok A No. 17 PIK, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dua warga negara asing (WNA) asal China yang merupakan pemilik salon ‘Nana Eyebrow &Beauty’ berinisial DN dan DS juga turut ditangkap polisi.

“Jadi ini salon kecantikan yang melakukan tindakan medis ilegal. Salon itu melakukan beberapa tindakan medis berupa pengambilan lemak di kelopak mata, kemudian sulam alis, sulam bibir, yang tidak dilengkapi sertifikasi kesehatan medis dari kementerian kesehatan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di Mapolres Jakarta Utara, Jumat (15/11/2019).

Budhi mengatakan informasi keberadaan klinik ilegal itu berawal dari laporan warga yang curiga dengan praktik atau tindakan medis yang dilakukan.

“Dari laporan itu kemudian kita lakukan pengecekan ternyata betul warga negara asing yang melakukan tindakan itu dan mereka tidak punya sertifikasi kesehatan sebagaimana UU kesehatan dari Kemenkes,” katanya.

“Karena tindakan yang dilakukan menurut keterangan ahli sudah merupakan tindakan medis, karena dia ada upaya pembiusan, pembedahan kemudian penyedotan lemak dan lainnya,” lanjut Budhi.

Salon itu menerima jasa membuat lipatan mata (eyelid) dengan melakukan pembedahan serta pengangkatan lemak di kelopak mata.

“Salon itu sudah beroperasi sejak tahun 2017 dan sudah banyak pasien,” kata Kapolres.

Untuk sekali tindakan dipatok harga antara Rp6,5 juta hingga Rp9 juta per satu kelopak mata.

Kapolres menjelaskan, tersangka DN memanfaatkan visa keluarga untuk masuk ke Indonesia dan tidak boleh bekerja, tetapi DN menjadi pemilik salon kecantikan itu.

Sedangkan tersangka DS menggunakan visa perdagangan yang juga tidak diperbolehkan melakukan tindakan kesehatan.

“Apa yang mereka lakukan sudah menyalahi dari izin tinggal yang diberikan,” tegas Kapolres.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, pasal 83 junto pasal 64, pasal 197 junto pasal 106, pasal 196 junto pasal 98 dan pasal 198 junto pasal 108. Ancaman hukum pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peristiwa

Polisi Gandeng Diskes DKI untuk Swab Test Keluarga Rizieq

Published

on

Continue Reading

Peristiwa

Polisi Klaim Sambangi Rumah Rizieq karena Dengar Kabar Sakit

Published

on

Continue Reading

Metropolitan

Jurnalis Metro TV Tewas Kecelakaan di Cakung

Published

on

ilustrasi
Continue Reading
Loading...