Connect with us

Daerah

Belum Direalisasikan, Anggaran RTLH Banprov Desa Ketanggi Dipertanyakan

Published

on

Realitarakyat.com – Bantuan Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan program pemerintah, khususnya dari Dinas Sosial untuk memberi bantuan dana pembangunan rumah bagi rakyat miskin. Anggaran bantuan tersebut, diambilkan dari anggaran dana desa dan bantuan provinsi (banprov), masing-masing sebesar Rp10 juta per-unit rumah.

Kepala Desa Ketanggi, Kecamatan Rembang, Ridik Ariyadi, mengutarakan bahwa program RTLH Tahun Anggaran 2017-2019 berdasarkan daftar penerima bantuan ada sebanyak 30 unit rumah yang akan dibedah.

Untuk tahun 2017, sudah ada 6 unit rumah yang dibangun dengan anggaran dana desa. Tahun 2018 ada 12 unit rumah, masing-masing 3 unit rumah dari anggaran Banprov dan 9 unit rumah dari anggaran dana desa. Tahun 2019 ada 13 Unit rumah dengan perincian 10 unit rumah dari anggaran dana desa yang 3 unit rumah dari anggaran Banprov.

Menurut Ridik, anggaran untuk RTLH tahun 2019 belum seluruhnya keluar, sehingga belum bisa dilaksanakan bedah rumah di Desa Ketanggi,” ucap Kepala Desa Ketanggi, saat ditemui wartawan, kemarin, Minggu (17/11/2019).

Dia menambahkan, dalam minggu ini, anggaran RTLH dari Kecamatan Rembang Kota baru keluar. Walaupun waktu pelaksanaan bedah rumah mepet, nantinya RTLH tetap akan dilaksanakan.

“Dan untuk pelaksanaan bedah rumah Desa Ketanggi 2019 akan diserahkan pada Kasi Pembangunan Amroni,” ucap Ridik.

Kepada Realitarakyat.com, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ir. Endro Riyadi MM, mengatakan bahwa anggaran RTLH Banprov untuk Desa Ketanggi sudah cair, masing – masing rumah mendapat sebesar Rp10 juta.

Endro menambahkan, jika anggaran Banprov 2019 sudah cair, harus dipergunakan untuk membantu warga desa yang tidak mampu dan sudah masuk data rumahnya yang akan dibedah. Ada 3 unit rumah di Desa Ketanggi yang diajukan Banprov.

“Besar anggaran Banprov total Rp 30 juta yang masing-masing RTLH mendapat bantuan Rp10 juta,” pungkasnya.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Sulistiyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Dinpermades Heru Susilo mengatakan, anggaran dana desa untuk RTLH 2019 sudah masuk ke Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Rembang pada tanggal 4 November 2019, yang diperkirakan satu minggu ke depan sudah ada pencairan jika lancar,” ucap Kabid Dinpermades Heru Susilo.

Dia juga mengatakan bahwa pembangunan RTLH tahap III ini akan berakhir pada 31 Desember 2019. Pencairan anggaran dana desa itu nantinya ditransfer lewat Bank Jateng ke rekening desa.

“Jadi mekanismenya tidak melalui Kecamatan, namun melalui tahapan BPPKAD Kabupaten, Bank Jateng ke rekening desa,” pungkas Heru.

Kendati anggaran Banprov 2019 sudah cair, namun hingga kini belum direalisasikan. Dari ketiga warga desa Ketanggi yang rumahnya akan di bedah antara lain Siswanto RT 01/RW 01, Sukir RT 05/RW 02, Ramijan RT 08/RW 02.

Sementara itu SS, salah satu warga desa Ketanggi, RT 01/ RW 01 yang mendapatkan bantuan bedah rumah saat ditemui wartawan mengatakan, sangat menyesalkan tindakan oknum desa, dana bantuan bedah rumah sudah keluar kenapa belum direalisasikan?

Lanjut SS, Bantuan bedah rumah itu kan, buat warga yang tidak mampu, mumpung kondisi tidak hujan, dana sudah turun, mengapa belum di mulai,” ucapnya. Minggu (17/11/2019)

Padahal sepengetahuan kami dana bedah rumah yang turun melalui Banprov sebesar 10 juta untuk satu kepala keluarga. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Di Cianjur-Jabar, kuota CPNS dokter spesialis-disabilitas tak terisi

Published

on

Continue Reading

Daerah

Pertimbangan Kondisi Perusahaan, UMP Sulbar Tidak Naik

Published

on

Continue Reading

Daerah

Jonas Salean Tersangka, Yanto Ekon : Tanah Itu Bukan Milik Pemkot Kupang

Published

on

Continue Reading
Loading...