Connect with us

Nasional

Tito Dianggap Kurang Sabar Dengan Kebisingan Demokrasi

Published

on

Ilustrasi (Net)

Realitarakyat.com – Usulan adanya pemilihan kepala daerah tidak langsung, diduga karena Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tidak sabar dengan adanya ‘kebisingan’ yang ditimbulkan akibat pelaksanaan pesta demokrasi rakyat. Sebab di institusinya yang lama, dia terbiasa dengan keseragaman.

“Mohon maaf Pak Tito, mungkin saat melihat kebisingan yang muncul di ruang sipil, ada rasa tidak sabar,” kata anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera, Rabu (20/11/2019).

Padahal, jalan yang paling baik untuk ditempuh dengan segala keragaman di Indonesia adalah demokrasi. Dan dengan adanya demokrasi, jelas menimbulkan kebisingan.

“Kebisingan akibat memilih jalan demokrasi secara langsung, lebih baik daripada keburukan yang ditimbulkan oleh pilkada melalui DPRD. Sebab, tidak ada kepala daerah yang kuat karena yang memilih adalah DPRD bukan rakyat,” ujarnya.

Hal ini jelas berbeda dengan pilkada langsung, dimana yang memberikan mandat adalah rakyat. Sehingga, DPRD tidak memiliki otoritas untuk mewakili rakyat untuk menjatuhkan kepala daerah terpilih.

Adapun tersangkutnya sejumlah kepala daerah dalam kasus korupsi, justru terjadi bukan saat pilkada, melainkan setelah terpilih. Yakni tersangkut dengan jual beli izin, kebijakan atau suap.

“Sehingga, tetap dilakukan pilkada langsung dengan penyederhanaan prosedur dan memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi. Penguatan KPK juga membuat masyarakat sadar bahwa hal itu less gain tapi high risk,” tandasnya.[sas]

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Kementerian PUPR Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan 380.376 Unit di 2021

Published

on

Continue Reading

Headline

Wapres Maruf Amin : Dampak Covid 19 , Kemiskinan dan Ketimpangan segera Terlihat

Published

on

Continue Reading

Headline

Per hari Ini 23 Januari Kasus Positif Covid 19 Bertambah 12.191 Jadi 977.474 Orang

Published

on

Continue Reading
Loading...