Connect with us

Hukum

Sambangi MUI, Korlabi Minta Fatwa Dugaan Penistaan Agama Sukmawati

Published

on

Realitarakyat.com – Perwakilan Koordinator Bela Islam (Korlabi) mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jumat (22/11/2019).

Ketua Dewan Pembina Korlabi Eggi Sudjana mengungkapkan, kedatangan pihaknya untuk meminta MUI mengeluarkan fatwa terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri.

“Jadi persoalan seriusnya adalah kita mematuhi etika prosedur ke MUI ini, supaya MUI berbicara secara kapasitasnya untuk bisa keluarkan fatwa,” ujar Eggi di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Eggi, sejatinya fatwa MUI tak diperlukan dalam kasus ini. Sebab, pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno sudah dapat dijerat secara hukum pidana.

“Secara ilmu hukum pidana sebenarnya tidak perlu (fatwa MUI), karena pasalnya sudah jelas 156a KUHP unsur-unsur terkait dengan penistaan agama sudah termasuk. Contoh secara Yurisprudensi Ahok misalnya dia cuma mengatakan tentang jangan mau dibohongi oleh Al Maidah ayat 5, itu aja masih bisa debatable kalau misal mau didebatkan, tapi kena hukuman,” katanya.

Di sisi lain, Eggi juga mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. Pihaknya meminta polisi untuk segera melakukan pemanggilan terhadap Sukmawati tanpa harus rekomendasi tertulis dari MUI.

“Sejak awal sudah saya singgung polisi proaktif periksa aja, by doing jalan, MUI dipanggil diminta pendapat itu yang bener begitu. Bukan polisi beralasan belum ada MUI, itu nggak bener, belajar hukum di mana gitu. Jadi logika hukumnya saya minta polisi untuk proaktif karena ini bukan delik aduan, ini delik umum, bergerak lah,” imbuh Eggi.

Sebelumnya diberitakan, Sukmawati juga membantah jika dikatakan menistakan agama terkait ucapannya yang menyinggung Nabi Muhammad SAW. Ia menyebut Nabi Muhammad dan Sukarno memiliki derajat yang berbeda yang tidak bisa dibandingkan.

“Saya kira apa yang saya bicarakan, apa yang saya ucapkan di forum FGD Humas Polri itu dengan judulnya kan kamu tahu, yaitu sama sekali tidak ada maksud itu. Saya cinta kok para nabi, kok jadi dianggap menistakan agama?” ucap Sukmawati.(ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Polisi Bungkar Pabrik Ekstasi Berkedok Jualan Mie

Published

on

Continue Reading

Headline

KPK Telusuri Aliran Uang Hasil Kebun Sawit Nurhadi Di Sumut

Published

on

Continue Reading

Hukum

Perolehan Denda Yustisi Protokol Kesehatan di Jateng Capai Rp55,8 Juta

Published

on

ist/net/ant
Continue Reading
Loading...