Connect with us

Lingkungan Hidup

Tak Ada Ledakan dan Radiasi Nuklir di Laut China Selatan

Published

on

Ilustrasi radiasi nuklir (Net)

Realitarakyat.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika membantah adanya informasi paparan radiasi nuklir yang terjadi di kedalaman 50 meter di bawah permukaan Laut China Selatan. BMKG menyatakan, meski informasi tersebut telah menyebar, namun kebenarannya tidak terbukti.

“Informasi tersebut tidak benar. Tidak terbukti adanya ledakan nuklir di Laut China Selatan,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami  BMKG Rahmat Triyono, Sabtu (23/11/2019).

Dikatakan, dari pemantauan yang dilakukan, tidak terdeteksi adanya paparan radiasi. Pemantauan dilakukan dari jaringan stasiun monitoring gempa bumi yang masuk dalam sistem processing di BMKG dan analisa rekaman seismik di dua lokasi yang terdekat dengan lokasi ledakan nuklir.

“Tidak terdeteksi adanya akibat dari ledakan nuklir seperti pada hoax yang beredar. Berdasarkan pemantauan dari Radiologi Data Monitoring System (RDMS) atau peralatan monitor radiasi lingkungan yang dipasang oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), juga tidak menunjukkan adanya radiasi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Biro Hukum, Kerja Sama dan Komunikasi Publik BAPETEN Indra Gunawan dalam keterangan tertulis yang diterima realitarakyat.com. Pihaknya telah mencermati informasi tersebut dengan seksama, walaupun informasi tersebut belum terkonfirmasi validitasnya.

“BAPETEN melakukan pengukuran radioaktivitas lingkungan menggunakan RDMS yang telah terpasang di Tanjung Pinang, Tarakan, dan Gorontalo. Hasil pengukuran paparan radiasi di lingkungandi tiga titik pengukuran tersebut, tidak menunjukkan kenaikan laju dosis yang signifikan dibandingkan dengan laju dosis alamiah,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan dua sistem informasi yang dikelola oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) tentang sistem pelaporan kejadian dan keadaan darurat (USIE), tidak ada pelaporan terkait kejadian ledakan di Laut China Selatan. Selain itu, Sistem Informasi Pemantauan Radiasi Internasional (IRMIS) tidak menunjukkan informasi adanya peningkatan paparan yang signifikan.

“BAPETEN masih tetap melakukan monitoring paparan radiasi lingkungan secara cermat dan tetap siaga, untuk mengantisipasi informasi tersebut. BAPETEN juga berkoordinasi dengan BMKG terkait pemantauan aktifitas seismik di stasiun CTBT-BMKG,” tegasnya.

Karenanya, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar. Khususnya terkait berita paparan radiasi nuklir di Laut Cina Selatan yang berdampak di Indonesia.[sas]

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Beginilah Sejarah Berdirinya Tempat Sampah Raksasa di Bantargebang Bekasi

Published

on

Continue Reading

Headline

Dampak Gempa M 7,1 Guncang Talaud,BNPB : Listrik Padam Komusikasi Sulit

Published

on

Continue Reading

Lingkungan Hidup

BMKG Ingatkan Masyarakat Waspadai Puncak Musim Hujan pada Januari-Februari

Published

on

ilustrasi (ist/net)
Continue Reading
Loading...