Rokok Elektrik Dengan Liquid Herbal Tetap Berbahaya - Realita Rakyat
Connect with us

Kesehatan

Rokok Elektrik Dengan Liquid Herbal Tetap Berbahaya

Published

on

Ilustrasi / Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Rokok elektrik meski mengunakan cairan herbal tetap berbahaya karena proses pemanasan dari pembakaran liquid masih terjadi.

Demikian dikatakan, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Ia menegaskan walaupun cairan yang digunakan tidak mengandung bahan kimia namun proses pemanasan yang terjadi bisa menimbulkan zat-berbahaya dan beracun lain yang berdampak buruk bagi tubuh.

“Salah satu yang berbahaya dari rokok elektrik adalah cairan yang dipanaskan. Kalau yang tidak herbal kandungannya adalah nikotin, yang kedua adalah bahan toksik lainnya yang bisa timbul dari proses pemanasan,” kata Agus.

Berdasarkan sejumlah penelitian, rokok elektrik mengandung nikotin, bahan karsinogen yang bisa menyebabkan kanker seperti propylene glycol, gliserol, formaldehid nitrosamin; dan juga bahan toksik lain seperti logam, silikat, dan nanopartikel.

Menurut dia pajanan asap dari proses pemanasan rokok elektrik tersebut berbahaya terhadap kesehatan paru bila terhirup setiap hari.

Agus mengemukakan kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di China lebih banyak dialami oleh perempuan ketimbang laki-laki. Hal tersebut dikarenakan sejak dulu kaum perempuan di China sering memasak menggunakan kayu bakar yang asapnya terhirup.

“Kayu bakar itu kan herbal, bahan alami, tapi ketika dibakar asapnya terhirup jadi berbahaya,” kata Agus.

Namun hingga saat ini faktor risiko paling tinggi dari PPOK adalah merokok, baru kemudian dikarenakan polusi udara kendaraan, asap pabrik dan debu di situs konstruksi, dan polusi di lingkungan rumah seperti asap dari kayu bakar. Apabila polusi tersebut sering terhirup dalam keseharaian seseorang, potensi terkena PPOK semakin meningkat.

“Biasanya gejala PPOK baru muncul dalam kurun 20-30 tahun seorang perokok atau 40-50 tahun bagi orang yang terpajan polusi udara lain yang tidak lebih sering dari rokok,” demikian Agus Dwi Susanto.(ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

WHO Akui Ada Bukti Covid-19 Menular lewat Udara

Published

on

Continue Reading

Headline

Ternyata Ini Penyebabnya Serapan Anggaran Kesehatan Lelet yang Bikin Jokowi Marah

Published

on

Continue Reading

Headline

Kemenkes Tetapkan Tarif Maksimal Rapid Test Corona Rp150 Ribu

Published

on

Continue Reading
Loading...