Jefri Un Banunaek Didakwa Pasal Berlapis - Realita Rakyat
Connect with us

Hukum

Jefri Un Banunaek Didakwa Pasal Berlapis

Published

on

Jefri Un Banunaek / Ist
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi pembangunan Embung di Desa Mnela Lete, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk terdakwa Jefri Un Banunaek (mantan anggota DPRD NTT).

Sidang perdana ini beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten TTS, Prima Wibowo dan Mourist Kolobana. Terdakwa Jefri Un Banunaek didampingi kuasa hukumnya, Novan Erwin Manafe, Petrus Ufi dan Semar Dju. Sidang perdana ini dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mengngi didampingi hakim anggota, Ari Prabowo dan Ali Muhtarom.

Dalam dakwaan JPU Kejari TTS menegaskan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan Samuel Nggebu, Yohanes Fanggidae, Timotius Tapatap dan Jemmy Un Banunaek untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Dalam dakwaan JPU Kejari TTS disebutkan bahwa terdakwa menerima uang senilai Rp 300 juta secara tunai dari tersangka Yohanes Fanggidae dalam pekerjaan embung Mnela Lete.

Bukan saja itu, terdakwa juga menerima uang senilai Rp 312 juta dari Yohanes Fanggidae yang dikirim via rekening BCA kepada rekening terdakwa Jefri Un Banunaek.

Menurut JPU, proyek pekerjaan embung Mnela Lete di Kabupaten TTS bukanlah dikerjakan oleh Yohanes Fanggidae selaku Direktur Utama CV Belindo Karya, namun proyek tersebut dikerjakan oleh tersangka Jemmy Un Banunaek atas permintaan terdakwa Jefri Un Banunaek.

Menurut JPU Kejari TTS, akibat perbuatan terdakwa dalam proyek pekerjaan embung Mnela Lete di Kabupaten TTS Tahun 2015 senilai Rp 756 juta negara mengalami kerugian negara hingga Rp. 288 juta lebih berdasarkan.perhitungan ahli dari BPKP Perwakilan NTT.

Ditambahkan JPU, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU 31/99 sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang-undang 2000/2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Terdakwa juga dinilai terbukti melanggar pasal 3 ayat 1 Jo Pasal 18 UU 31/99 sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang-undang 2000/2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Usai membacakan JPU Kejari TTS membacakan dakwaan, ketua.majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan, Jumat (6/12/2019) dengan agenda pembacaan eksepsi.

Pasalnya, Novan Erwin Manafe selaku kuasa hukum terdakwa menyatakan untuk.melakukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan JPU Kejari Kabupaten TTS.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

KPK Panggil Ketum PAN Zulkifli Hasan Terkait Kasus Alih Fungsi Hutan

Published

on

Continue Reading

Hukum

Dianggap Diskriminatif, Perpres Jaminan Kesehatan Digugat ke MA

Published

on

Continue Reading

Headline

Kasus Suap Mahkamah Agung, Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Medan Diperiksa KPK

Published

on

Continue Reading
Loading...