Connect with us

Ragam

Kata BMKG, Baru 16 Persen Wilayah Indonesia yang Diguyur Hujan

Published

on

Ilustrasi / Net

Realitarakyat.com – Hingga pertengahan November ini, baru 16 persen wilayah di Indonesia yang mengalami musim penghujan.

Demikian dikatakan Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Adi Ripaldi, di Graha BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (29/11/2019).

Kendati demikian, menurut Adi, di daerah Rambangaru, NTT belum mengalami hujan hingga hampir 8 bulan.

“Baru 16 persen wilayah Indonesia yang masuk ke musim hujan hingga pertengahan November,” kata Adi.

Sementara di Jawa, baru Jawa bagian Barat saja seperti di Bogor, Bandung barat dan Sukabumi yang mengalami hujan. Ada pun wilayah yang mengalami hari tanpa hujan terjadi di beberapa kecamatan di wilayah Lampung, Banten, Jatim, Bali, NTT.

Menurutnya, ada wilayah yang tidak mendapatkan hujan lebih dari 200 hari atau mencapai hampir 7 bulan. Salah satunya daerah Rambangaru, NTT yang sudah 249 hari tidak mengalami hujan.

“Khusus di wilayah Banten utara, jalur pantura cukup panjang nggak ada hujannya. Jawa Timur bagian tengah dan timur itu cukup panjang nggak mendapatkan hujannya. Kita lihat belum merata ujan ini. Yang paling panjang (wilayah belum hujan) di wilayah Rambangaru di NTT 249 hari yang sudah nggak hujan lebih dari 8 bulan di wilayah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, wilayah yang sudah mengalami hujan yang cukup intensif adalah Jawa bagian barat, Sumatera dan Kalimantan. Sedangkan DKI Jakarta sudah beberapa hari ini mengalami hujan meskipun belum intensif.

Adi menyebut terlambatnya musim hujan di Indonesia karena disebabkan faktor el nino dan dipole mode. Faktor tersebut mengakibatkan adanya daerah yang belum mengalami hujan hingga lebih dari 6 bulan.

“Harusnya angin musim kita di akhiri Oktober sudah mulai balik dari angin timuran jadi angin baratan. Jadi 2 faktor ini, suhu laut kita yang dingin, angin musimnya terlambat sehingga awal musim hujan kita terlambat hampir ada yang 1 bulan lebih. Itu memang sudah kita prediksi sebelumnya, itu akan terlambat sehingga harus waspada daerah yang kekeringan tadi. Sehingga tadi muncul beberapa kecamatan yang lebih dari 200 hari nggak ada hujan,” ujarnya.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ragam

Gelar RDPU dengan Pakar, Komisi VIII Minta Masukan terkait Revisi UU Penanggulangan Bencana

Published

on

ist/net
Continue Reading

Headline

Ternyata Pandemi Covid-19 Tumbuhkan Semangat Berkreativitas Atlet dan Musisi

Published

on

Continue Reading

Headline

Baliho Raksasa Bertuliskan #ErickOut Hebohkan Tangsel

Published

on

Continue Reading
Loading...