Connect with us

Daerah

Antisipasi DBD, Dinkes Sarankan Lakukan 3M Plus

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowaty

Realitarakyat.com – Untuk mengantisipasi Demam Berdarah dan Diare (DBD) di musim hujan ini, Dinas Kesehatan Kota Kupang menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kupang, agar secara bersama mengantisipasinya dengan cara melakukan 3M Plus.

3M Plus yang dimaksud Dinas Kesehatan Kota Kupang yakni menguras, menutup dan menabur abate. Hal ini untuk mengantisipasi dampak penyakit yang ditimbulkan.

“Dinas Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah kepada seluruh warga Kota Kasih,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowaty, kepada wartawan, Rabu (4/12/2019).

Dijelaskannya, surat edaran tersebut berisi himbauan agar masyarakat secara bersama memberantas sarang nyamuk dengan cara melakukan Tiga M plus yaitu, menutup menguras dan menabur Abate.

“Surat edaran yang kita keluarkan sejak tanggal 8 November 2019 ditujukan kepada selureuh masyarakat, baik melalui Gereja, amasjid dan tempat ibadah yang lain, juga kelompok perkumpulan masyarakat, guna mengantisipasi dampak musim hujan yang muncul dan berkembang berbagai penyakit menular yang salah satunya adalah penyakit demam berdarah,” ujarnya.

Menurut dia, selain ancaman DBD pada musim hujan, ia jug meminta seluruh warga kota Kupang untuk mewaspadai ancaman penyakit diare dengan menjaga kebersihan air dan pemanfaatan air bersih, serta memperhatikan makanan yang dikonsumsi agar tetap higenis dan sehat.

Kewaspadaan terhadap demam berdarah harus dimulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal, dengan perlu adanya keterlibatan seluruh warga menjaga kebersihan dengan menjalankan tiga M Plus.

Ia mengatakan, penyakit demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. penyakit demam berdarah adalah penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menimbulkan resiko kematian pasalnya sampai saat ini belum ditemukan obatnya.

Ia mengajurkan gerakan 3M Plus yaitu, menutup rapat-rapat tempat penampungan air yang ada di dalam maupun diluar rumah agar nyamuk aedes aegypti tidak masuk untuk bertelur dan berkembang biak menjadi nyamuk dewasa.

Menguras dan membersihkan tempat penampungan air yang ada di dalam maupun diluar rumah agar telur dan jentik nyamuk dapat dibersihkan minimal 1 kali seminggu. Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas seperti, kaleng-kaleng bekas, ban-ban bekas, botol bekas menjadi barang-barang yang berguna.

Selanjutnya, menabur bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air (tpa) yang ada di dalam maupun di luar rumah jika sulit untuk dibersihkan secara rutin, serta membersihkan lingkungan tempat tinggal masing-masing secara rutin melalui kerja bakti/gerakan jumat bersih. Kemudian perlu melipat pakaian yang tergantung di dalam kamar, karena bisa sebagai tempat persembunyian nyamuk aedes aegypti. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kasus PDAM Kabupaten Kupang, Jaksa Periksa Enam Orang Saksi

Published

on

Continue Reading

Daerah

Akibat Peningkatan Kasus Covid 19, Pemkot Mataram Akan Keluarkan Edaran WFH Kembali

Published

on

Continue Reading

Daerah

Ratusan Warga Purba Julu Madina Mengungsi, Khawatir Dampak Gas Beracun

Published

on

Continue Reading
Loading...