Connect with us

Daerah

Proyek Tak Bertuan Mangkrak, Sebabkan Air Masuk ke Rumah

Published

on

Warga RT 09/RW 03 Kelurahan Naimata ketika meninjau lokasi proyek galian tak bertuan. (Foto: realitarakyat.com/Redemtus L)

Realitarakyat.com – Proyek saluran atau selokan di RT 09/RW 03 Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur yang tak bertuan, dibiarkan mangkrak. Adapun material proyek yang diturunkan sejak bulan lalu, hingga saat ini belum juga dikerjakan.

Menurut warga setempat bernama Yesua yang ditemui di lokasi proyek pada Kamis (5/12/2019), mengaku akan memblokir proyek tesebut. Karena akibat belum dikerjakannya proyek itu, sehingga air meluap akibat hujan deras selama dua hari ini.

“Gara-gara proyek ini, air masuk dalam rumah kami. Kalau tidak mau kerja, kami blokir dan materialnya kami ambil untuk dipakai,” tegas Yesua. Bukan itu saja, dia mengatakan jika kontraktor tidak memindahkannya ke tempat lain, maka tanah sisa galian saluran juga akan dimasukkan kembali ke dalam lubang yang telah digali.

Menurutnya, tanah sisa galian saluran itu disimpan di halamannya. Sehingga membuat ruang gerak di halaman semakin sempit. “Tanah yang mereka simpan di halaman tanah kami, juga tidak diberitahukan kepada kami selaku pemilik lahan. Kalau tidak mau ambil kami tutup kembali lubangnya,” tandasnya.

Ditambahkan, sampai saat ini warga juga tidak tahu perusahaan mana yang mengerjakan proyek tersebut. Hal itu karena kontraktor tidak pernah muncul dan menyosialisasikan kepada warga setempat.

“Sampai sekarang, kami tidak tahu siapa yang kerjakan proyek ini, karena tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi kepada kami,” ungkapnya. Bukan itu saja, tambahnya, akibat proyek itu juga mengakibatkan banyak pipa yang putus.

“Hal itu akibat galian yang menggunakan alat berat. Putusnya pipa mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan air,” ungkapnya. Sementara warga lain bernama Hendro juga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari akibat pipa yang putus saat digali menggunakan alat berat.

“Sebelum adanya proyek ini, kami dapat airnya lancar. Akan tetapi akibat pipanya putus gara-gara proyek galian, airnya sudah tidak dapat lagi,” keluhnya.[sas]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Pertimbangan Kondisi Perusahaan, UMP Sulbar Tidak Naik

Published

on

Continue Reading

Daerah

Jonas Salean Tersangka, Yanto Ekon : Tanah Itu Bukan Milik Pemkot Kupang

Published

on

Continue Reading

Daerah

Optimis, Jonas Salean Diyakin Bebas Dari Jeratan Hukum

Published

on

Continue Reading
Loading...