Womanpreneur Kebab 'Baba Rafi' Inginkan Branding Produk UMKM Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri - Realita Rakyat
Connect with us

Ekonomi

Womanpreneur Kebab ‘Baba Rafi’ Inginkan Branding Produk UMKM Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Published

on

Womanpreneur Kebab Baba Rafi, Nilamsari, saat menjadi pembicara dalam diskusi. (foto: realitarakyat/sugandi)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Womanpreneur Kebab Baba Rafi, Nilamsari, mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia untuk mempertahankan branding produknya agar tidak lari ke luar negeri.

Sebab, kata Nilamsari, saat ini tidak sedikit UMKM Indonesia yang mencari dan mendapatkan pembiayaan dari luar negeri, namun branding mereka di bawa ke luar negeri.

“Kan kalau begitu sayang sekali ya. Seharusnya para pelaku UMKM kita berupaya mempertahankan brand-nya menjadi besar di dalam negeri. Kita berharap, brand kita dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Nilamsari, saat menjadi pembicara dalam forum diskusi dengan tema ‘Prosfek Perekonomian 2020, Tantangan dan Peluang bagi UMKM’, di gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Karena itu, dia menyarankan, sebaiknya pemilik UKM memiliki sertifikat Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Terlebih, HAKI merupakan salah satu hak ekslusif bagi pemilik-nya dan sah secara hukum.

“Sertifikasi HAKI sangat penting, karena apabila kita tidak mematenkan produk kita, maka akan ada yang mengcopy produk kita lalu mematenkan hal tersebut, kita enggak bisa berbuat apa-apa lagi,” ujarnya Nilamsari.

Dia menjelaskan, saat ini untuk pengurusan HAKI dalam rangka mempatenkan produk UKM, dinilainya sangat mudah.

Nilamsari, merupakan pemilik Kebab Turki Baba Rafi. Perempuan kelahiran Surabaya ini, mulanya merintis bisnis hanya bermodalkan uang Rp4 juta saja. Lokasi untuk berjualan pun masih menggunakan garasi di rumah orang tuanya.

Tapi siapa sangka, kini outlet Kebab Baba Rafi sudah tersebar di 1300 titik, bahkan sudah merambah ke sejumlah negara, seperti Malaysia, Filipina, Cina, Srilanka, Brunei Darussalam, Singapura, dan Belanda.

Dia mengatakan, UMKM di Indonesia telah menunjukkan kapasitasnya sebagai penyumbang terbesar dalam meningkatkan perekonomian secara nasional. Karenanya, tidak dipungkiri bahwa dewasa ini UMKM memiliki peran yang sangat penting bagi peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Mengingat, pada saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia sekitar tahun 1997, UMKM tetap tegak bertahan dan menjadi salah satu bentuk usaha yang paling cepat pulih dari krisis ekonomi, dibandingkan usaha-usaha skala besar yang banyak tepuruk.

Berdasarkan data empiris menunjukkan bahwa sektor UMKM telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam perekonomian Indonesia dengan mengatasi masalah pengangguran dan tenaga kerja.

Hal ini berbanding lurus dengan upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan masyarakat, sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil dan memberikan pemasukan devisa bagi negara dengan melakukan kegiatan ekspor. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

4,8 Juta UMKM Ditargetkan Dapat Dana PEN

Published

on

Continue Reading

DPR

Pemerintah Perlu Optimalkan Serapan Anggaran Covid-19

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Ekonomi

Kemenkop Inisiasi Pembentukan Pusat Informasi Pemulihan Ekonomi KUMKM

Published

on

foto: ist
Continue Reading
Loading...