Connect with us

Daerah

Mengejutkan, Penderita HIV/AIDS di Boyolali Didominasi Ibu Rumah Tangga

Published

on

Ilustrasi (Net)

Realitarakyat.com – Dalam kurun waktu empat tahun sejak kasus pertama ditemukan pada 2015 silam, sebanyak 596 kasus HIV/ AIDS terjadi di Boyolali. Bahkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Boyolali pernah menemukan kasus di mana bocah berusia 14 tahun sudah menderita infeksi menular seksual (IMS).

“Jumlah penderita HIV/AIDS kini didominasi kalangan ibu rumah tangga (IRT) Sejak 2015 puluhan warga diantaranya telah meninggal dunia. Berdasarkan catatan pada 2018 lalu, sedikitnya ada 85 penderita HIV/ADIS meninggal dunia,” jelas Sekretaris KPA Boyolali Titiek Sumartini, Sabtu (7/12/2019).

Dikatakan, dalam rentang waktu satu tahun ada sedikitnya 116 temuan kasus baru terkait HIV/AIDS di Boyolali. Sementara itu, di tahun 2018 temuan kasus HIV/AIDS terakumulasi sebanyak 480 kasus.

“Kasus HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Boyolali pada 2015 silam. Saat itu, seorang warga Boyolali diketahui membawa HIV/AIDS setelah pulang dari bekerja di luar negeri. Namun warga yang sempat dikucilkan di lingkungan sekitarnya itu, kini telah meninggal dunia,” ungkapnya.

Dijelaskan, HIV/AIDS menular melalui hubungan seksual beresiko seperti dalam kasus lelaki seks dengan lelaki (LSL), yang jumlahnya meningkat. Demikian pula pada kaum transgender atau waria. Dimana dua kelompok tersebut merupakan populasi kunci penyebaran AIDS

“Penderita HIV/AIDS atau ODHA di Boyolali 80 persen berada di rentang usia produktif, yaitu antara 15-50 tahun. Jika ditinjau lebih lanjut, penularan AIDS paling banyak terjadi pada karyawan swasta dan IRT,” tandasnya.

Sementara itu di kalangan pelajar, pencegahan HIV/AIDS dilakukan dengan sosialisasi kepada sekolah serta pendampingan yang dilakukan guru bimbingan dan konseling (BK). Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMA Negeri 1 Simo Diasmoro Supadmo mengatakan, sejumlah upaya perlu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Antara lain melakukan sosialisasi rutin kepada siswa. “Kami biasanya mengundang pemateri dari kepolisian di dalam kerja sama,” tutuernya.[sas]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kasus Konser Dangdut di Tengah Covid-19, Golkar Siapkan Pendampingan Hukum kepada Wakil Ketua DPRD Tegal

Published

on

ist/net
Continue Reading

Daerah

Zulkieflimansyah Sebut Fahri Hamzah Sebagai “News Maker”

Published

on

ist/net/ant
Continue Reading

Daerah

Satnarkoba Amankan Ratusan Miras Oplosan dan Puluhan Botol Miras

Published

on

ilustrasi ist/net
Continue Reading
Loading...