Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Banyak Buruh di Sragen Jadi Pengangguran - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Banyak Buruh di Sragen Jadi Pengangguran

Published

on

ilustrasi/net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kondisi kelesuan pasar dan efek perang dagang ditengarai makin memicu menurunnya produktivitas sejumlah pabrik besar di Sragen, hingga terpaksa harus memangkas jumlah pekerja.

Gelombang pemutusan kontrak atau hubungan kerja (PHK) kalangan buruh di Sragen dilaporkan terus meluas.

Mereka diberhentikan dengan bahasa tidak lagi diperpanjang kontraknya. Pemberhentian itu mayoritas melanda kalangan buruh yang berstatus tenaga kontrak.

“Saya sudah awal bulan ini nggak kerja Mas karena kontrak nggak diperpanjang. Barengan saya ada banyak yang juga diputus kontraknya. Alasannya katanya pasar lagi lesu, produk nggak laku.

Marno, salah satu buruh kontrak asal Sragen yang barusaja dirumahkan dari pabrik tempatnya bekerja di pabrik mainan di Masaran, Sragen. Kalau dihitung selama dua bulan ini sudah ada sekitar 400an yang dirumahkan,” Minggu (8/12/2019)

Ia menuturkan penghentian kontrak biasanya didasarkan pada keaktivan. Mayoritas yang dirumahkan memang pekerja kontrak yang relatif baru.

Pihak pabrik sempat memberikan janji jika kondisi manajemen dan pasar pulih, maka akan dipanggil lagi.

Tapi juga bingung, karena hampir semua pabrik besar saat ini juga banyak ngurangi karyawan.”Ya mau gimana lagi Mas. Ya terpaksa nganggur sambil nyari-nyari lowongan,” tuturnya.

Di pabrik tempatnya bekerja, juga banyak pengurangan karyawan terutama mereka yang berstatus buruh kontrak. Salah satu Satpam pabrik tekstil terbesar di Purwosuman Sidoharjo berinisial STN tidak menampik kondisi itu.

Motifnya memang tidak memperpanjang kontrak bagi yang sudah habis masa kontraknya.

Saya nggak tahu persis tapi kalau ratusan ya ada yang sudah dirumahkan. Kelihatannya yang paling drop perusahaan tekstil, tapi yang diluar tekstil pun juga ikut terimbas. Karena ibaratnya bahan bakunya dari impor, tapi produk yang dibuat nggak bisa terlempar ke luar. Permintaan dari luar sangat menurun,” terangnya.

Produk tekstil yang tujuan ekspor sekarang ordernya agak menurun sehingga produksi juga dikurangi. Jadi mau nggak mau, pabrik memang harus ngurangi beban biaya dengan merumahkan buruh yang kontrak. Kondisi ekonomi memang agak menurun.

Sementara itu, Plt Kepala Disnaker Sragen, Sarwaka mengaku sejauh ini belum ada laporan pasti dari perusahaan-perusahaan soal gelombang PHK besar-besaran itu.

Coba nanti kami akan cek ke lapangan. Kalau laporan resmi belum ada. Harapan kami kalau bisa sesulit apapun kondisinya, jangan sampai ada PHK,” tukasnya.

Namun ia berharap jika memang ada kelesuan produksi, sebisa mungkin agar perusahaan tak sampai memberhentikan atau merumahkan pekerja.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Masalah Tanah, Soerang Anak Gugat Ibu Kandungnya

Published

on

Continue Reading

Daerah

Kematian Gadis Asahan Ditempat Karaoke Ternyata Akibat Overdosis Pil Ineks

Published

on

Continue Reading

Daerah

Ribuan Warga Sleman Yogyakarta Menolak Tambang Pasir

Published

on

Continue Reading
Loading...