Connect with us

Hukum

Tak Ingin Disalahgunakan, 7 PPIU Temui Aparat Penegak Hukum

Published

on

Gerakan Kemanusiaan Memberangkatkan Umrah Korban Penipuan Travel. (Foto: Ist)

Realitarakyat.com – Sebanyak 1000 orang calon jamaah umrah korban penipuan First Travel, akan diberangkatkan secara bertahap oleh tujuh pemilik penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Namun, mereka yang diprioritaskan berangkat adalah yang telah uzur dan secara ekonomi kurang mampu.

“Sampai hari ini, kami sedang mempersiapkan pertemuan dengan semua pihak yang berwenang. Antara lain, kepolisian, kejaksaan dan insya Allah jam 14.00 WIB besok (Selasa, 10/12/2019-red), kami akan ke Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata Ketua Dewan Pembina Gerakan Kemanusiaan Memberangkatkan Umrah Korban Penipuan Travel Fuad Hasan Masyhur, Senin (9/12/2019).

Menurutnya, komunikasi dengan aparat hukum dilakukan karena pihaknya tidak ingin salah langkah. Selain itu, tujuan mulia yang dicanangkan untuk memberangkatkan umrah, jangan sampai menjadi permasalahan di belakang hari.

“Setelah bertemu KPK, kami juga sudah meminta waktu untuk bertemu dengan Jaksa Agung maupun Kapolri. Sebab sampai saat ini, kami sama sekali belum memiliki data korban penipuan umrah yang akan kami berangkatkan,” ujarnya.

Setelah koordinasi dengan aparat hukum dilakukan, pihaknya baru bisa menentukan tahapan yang akan dilakukan. Dia menambahkan, hingga saat ini belum ada satu nama yang berhak menerima bantuan umrah dari gerakan kemanusiaan yang menggaungkan tanda pagar #savetheirumra tersebut.

“Kami akan invetarisasi kondisi keuangan masyarakat yang menjadi korban. Yang kami utamakan adalah masyarakat bawah dan yang sudah uzur. Namun sekali lagi, sampai kini kami belum memiliki datanya,” ucap Fuad.

Oleh karena itu, pihaknya juga menolak bertemu dengan siapapun, sampai gerakan tersebut telah mendapatkan nama-nama dari aparat penegak hukum. Hal itu untuk menghindari penyalahgunaan niat baik dari pihak lain.

“Dalam waktu dekat, Menteri Agama juga akan menyiapkan waktu dan mengundang kami. Adapun dana untuk memberangkatkan masyarakat korban penipuan berasal dari kami sendiri dan melibatkan semua komponen masyarakat yang mau berpartisipasi,” tandasnya.[sas]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kasus Konser Dangdut di Tengah Covid-19, Golkar Siapkan Pendampingan Hukum kepada Wakil Ketua DPRD Tegal

Published

on

ist/net
Continue Reading

Hukum

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pelecehan di Bandara Soetta

Published

on

ist/net
Continue Reading

Hukum

Densus 88 Geledah Rumah Milik W di Kabupaten Gunung Kidul

Published

on

ist/net
Continue Reading
Loading...