Connect with us

Daerah

Tak Sanggup Bayar Tukang, Bahan Bangunan Bantuan RTLH Mangkrak

Published

on

Ilustrasi (Net)

Realitarakyat.com, – Meski sudah ada bantuan berupa bahan bangunan, sejumlah warga miskin penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni RTLH yang berada di Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, tidak dapat membagun rumahnya. Sebab, para penerima bantuan mengaku tidak memiliki dana untuk membayar biaya tukang.

“Padahal mereka telah menerima bantuan berupa bahan bangunan senilai Rp 10 juta yang berwujud pasir, batako, besi, semen dan lainnya,” kata Kades Ngadirejo Suroso, Senin (9/12/2019).

Suroso menambahkan, penerima bantuan RTLH tidak sanggup membayar biaya tukang yang besarannya mencapai Rp 100.000 hingga Rp 125.000 per hari. “Bagaimana mau membayar tukang, makan sehari-hari saja mereka kebingungan. Karena tidak ada pemberitahuan selanjutnya, proses pembangunan RTLH belum bisa dilaksanakan, karena terkendala biaya tukang,” tuturnya.

Menurutnya, ada empat orang warga yang belum bisa membangun kembali rumahnya. Keempat warga tersebut sebelumnya menerima bantuan RTLH  dan dilanjutkan dengan pengiriman bahan bangunan ke rumah penerima.

“Bahan bangunan tersebut telah diikirm satu bulan yang lalu dan sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya. Meski demikian, dia mengaku tidak mengetahui dari instansi manakah bantuan itu berasal.

Sementara, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Indardi Heru Santoso mengatakan, saat ini yang diperlukan adalah kepekaan sosial pemerintah, terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakkat. “Termasuk untuk menuntaskan masalah RTLH ini,” tegasnya.[sas]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kejati Kembali Lirik Kredit Macet Bank NTT Rp. 17 Miliar

Published

on

Continue Reading

Daerah

Jangan Pilih Mantan Napi Korupsi di Pilkada

Published

on

ilustrasi/net
Continue Reading

Daerah

Kasus Bank NTT Cabang Surabaya, Jaksa Selamatkan Uang Negara Rp. 128 miliar

Published

on

Continue Reading
Loading...