Connect with us

Daerah

Manfaat Normalisasi Saluran Air Irigasi, Dapat Dirasakan Warga di Tiga Desa Lain

Published

on

Realitasrakyat.com – Normalisasi saluran air dan saluran pembagi di Desa Sukajadi Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, tak hanya dinikmati oleh warga Desa Sukajadi, tetapi juga dirasakan oleh warga yang berada di tiga desa. Yakni Desa Sukaraharja, Desa Sukasukur, dan Desa Jatihurip.

Normalisasi saluran air ini, merupakan program padat karya lingkungan tahun 2019 yang telah siapkan Pememerintah Provinsi Jawa Barat.

Demikian disampaikan Kepala Desa Sukajadi Saepulloh saat mendampingi Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Agus E Hanafiah, disela kegiatan monitor evaluasi padat karya lingkungan 2019, Senin (9/12/2019).

“Semua itu, katanya, tidak lain dikarenakan saluran induk yang menjadi sumber utama untuk irigasi pesawahan warga desa tersebut, hingga kini kondisinya sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Selain itu, saluran tersebut sebelum dipadatkaryakan, kondisinya banyak tertutup tanaman merambat, bersemak, dan banyak lagi permasalahan-permasalahan lainnya.

“Penyempitan sungai dan kurang normalnya saluran itu, sangat merugikan warga, tak kala hujan deras menjadi banjir, maka sawah terendam air,” katanya.

Setelah dinormalisasi, kondisi sungai kembali seperti semula, sungai menjadi lebar, debit air meningkat. (ndi)

“Setelah dinormalisasi, alhamdulillah, panen bagus, sekarang tinggal nunggu, kapan masyarakat akan panen,” kata dia.

Saepulloh juga mengatakan tidak lama lagi, musim penghujan akan datang. “Jadi alhamdulillah pas mau musim penghujan, jadi normalisasi ini seolah-olah tepat waktu, bahwa normalisasi sudah dikerjakan dan manfaatnya sangat terasa oleh masyarakat,” ujar dia.

Atas manfaat yang telah dirasakan warga Desa Sukajadi, Desa Sukaraharja, Desa Sukasukur dan Jatihurip itulah, Saepulloh mengucapkan terimakasih tidak terhingga kepada Pemprov Jabar pada umumnya dan Disnakertrans Jabar pada khususnya.

Harapannya, program-program padat karya seperti normalisasi saluran air yang telah dirasakan manfaatnya tersebut bisa terus ditingkatkan keberadaanya.

“Kalau saya terus terang, untuk infrastruktur jalan, in sya allah cukup lah dari dana desa, tetapi kalau untuk normalisasi ini tampaknya harus terus dilakukan,” kata dia.

Maksudnya, pekerjaan padat karya yang sudah berjalan ini bisa diteruskan, yang kemarin telah dilaksanakan panjang pekerjaannya mencapai 1.500 meter, terdiri dari 1000 meter saluran induk dan 500 meter anak saluran atau saluran pembagi. “Untuk saluran pembagi terbagi empat,” kata dia.

Pekerjaan dilaksanakan selama 14 hari, dengan jumlah pekerja sebanyak 55 orang, terdiri dari 50 pekerja dan 5 mandor.

Saepulloh juga meminta agar program padat karya lingkungan yang telah diterimanya juga bisa diteruskan dengan penembokan bibir sungai, agar pemeliharaan irigasinya bisa lebih bagus.

Sekdis Nakertrans Jabar Agus E Hanafiah mengatakan program padat karya lingkungan 2019 yang dilaksanakan Dinas Nakertrans maksudnya memberikan pekerjaan kepada warga desa selama 14 hari.

Hasilnya, jelas Agus, ternyata tidak hanya sekedar memberikan pekerjaan kepada warga desa, tetapi lebih, seperti menghidupkan kembali budaya gotong yang katanya menjadi budaya luhur masyarakat Indonesia.

Tidak hanya itu, warga desa juga menjadi peduli lingkungan. “Sebab saat pekerjaan dilakukan, banyak warga yang rela tanaman keras mengganggu yang tumbuh di areal tanah miliknya –utama yang berada di bibir-bibir saluran, rela tanamannya dipotong, karena telah menyebabkan saluran air terhambat, saluran air tertutup rimbunnya pepohonan,” pungkas dia. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Wali Kota Bogor Dorong Pembentukan FEK

Published

on

ist/net
Continue Reading

Bekasi

Akhir Tahun Ini, Kabupaten Bekasi Bakal Bangun Puluhan Sarana Olahraga

Published

on

ist/net
Continue Reading

Daerah

Di Cianjur-Jabar, kuota CPNS dokter spesialis-disabilitas tak terisi

Published

on

Continue Reading
Loading...