Connect with us

Daerah

Rp 351 miliar Dana Pembebasan Jalan BIL-Sirkuit Mandalika Diserahkan

Published

on

Pemberian ganti rugi pengadaan tanah pembangunan jalan bypass BIL-Sirkuit Mandalika. (Foto: realitarakyat.com/Lalu S)

Realitarakyat.com – Sebanyak  500 orang masyarakat lingkar pembangunan ruas jalan sekitar 17 kilometer dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju Sirkuit Mandalika, menerima biaya ganti rugi lahan.  Penyerahan dana ganti rugi yang di lakukan Pemerintah Lombok Tengah dilaksanakan di kantor Bupati.

“Pemberian ganti rugi merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam rangka pembangunan proyek strategis nasional. Yaitu jalan bypass sepanjang 17,39 kilometer dengan lebar 50 meter menuju lokasi   sirkuit,” kata Wakil Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri, Kamis (12/12/2019).

Adapun Kabid Pengadaan Tanah Kanwil Agraria dan Tata Ruang Provinsi NTB H.L.Saharli mengatakan, saat ini  sudah pada tahap pembayaran ganti rugi. “Proses waktu yang panjang, kendala yang ada sudah bisa kita selesaikan,” ujarnya.

Dikatakan, tim pengadaan tanah Kanwil salut kepada seluruh pihak sehingga proses ini bisa dilalui. Pelaksanaan pembebasan tanah penilaian ganti rugi oleh apraisal independen, juga sudah melaksanakan tugas dengan baik dan sudah membuahkan hasil.

Mengenai besaran nominal yang diterima masing masing pemilik, Saharli mengatakan penilaian dilakukan bidang per bidang, sehingga harga tanah variatif. “Dilihat posisi tanah dan bangunan. Kita sendiri tidak tahu besarannya, sebab diserahkan ke pemilik. Jumlah 639 bidang tanah dengan jumlah pemilik 500 orang lebih,” jelasnya.

Sementara Pramono dari Balai Jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi NTB mengatakan, pihaknya bertugas menyiapkan dana dan membayar. Tahap pertama sudah dibayar dan hari ini sudah diganti rugi.

Ada empat tahap pembayaran, yakni tanggal 26 Oktober, 29, November 29 November dan 3 Desember proses transfer. “Penyerahannya mulai hari ini, kepada sebanyak  204 orang. Yang sudah terbayar Rp 226 miliar dari total Rp 351 miliar,” ujar Pramono.

Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lombok Tengah L. Firman Wijaya mengatakan, ada dua aset pemda yang terkena pembebasan yakni SD 1 Tonjer, yang dinilai bangunan Rp 4,6 miliar.[sas]

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Wakil Ketua DPRD NTT Minta Berita Pengalihan Penahanan Jonas Salean Jangan Dibesar – Besarkan

Published

on

Continue Reading

Daerah

Syaiful Hidayat : Kasus Baru Covid-19 di Pamekasan Meningkat

Published

on

Continue Reading

Daerah

Awasi Prokes, Dinkes Lampung Minta Pengelola Tempat Wisata Siapkan Satgas

Published

on

ist/net
Continue Reading
Loading...