Connect with us

Daerah

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Kabupaten Bandung, 209 Jiwa Mengungsi

Published

on

foto: ist/net

Realitarakyat.com – Hujan deras yang melanda wilayah Bandung dan sekitarnya, memicu bencana banjir di sejumlah titik di Kabupaten Bandung. Paling tidak, banjir merendam lima kecamatan, yaitu Baleendah, Banjaran, Bojongsoang, Ciparay, Dayeuhkolot. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 59 kepala keluarga (KK) atau 209 jiwa, mengungsi.

“Air menggenangi lima kecamatan akibat dari hujan intensitas tinggi, sejak Selasa sore sekitar pukul 15.30 WIB,” kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD Jabar) Budi Budiman Wahyu, Rabu (18/12/2019).

Ketinggian air di lima kecamatan itu berbeda-beda. Di Kecamatan Ciparay, banjir menggenangi Jalan Raya Ciparay-Majalaya Cidawolong, dengan ketinggian air 10-50 cm. Akibatnya, kendaraan roda empat dan roda dua kesulitan melintas.

Adapun di Kecamatan Dayeuhkolot, banjir menerjang 11 RW. Adapun rata-rata tinggi permukaan air di wilayah tersebut bervariasi mulai dari 10-150 cm.

Banjir juga menerjang wilayah Kecamatan Baleendah. Tercatat banjir menggenang tiga RW dengan tinggi permukaan air mulai dari 20 cm hingga 190 cm.

Sedangkan di Kecamatan Bojongsoang, banjir terjadi di RW 10 dengan ketinggian air mencapai hingga 50 cm.

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Banjaran. Sebagian jalan di sekitar rumah warga terutama di Desa Kamasan RW 05 mulai tergenang dengan ketinggian air 10-30 cm.

Menurut Budi, petugas dari BPBD Kabupaten Bandung sudah bergerak ke lokasi bencana.

“Kami telah menyiapkan satu unit perahu karet untuk evakuasi warga yang terjebak dan menyiapkan tempat pengungsian di gedung Ex Inkanas,” ujar Budi.

Pihaknya, kata Budi, terus melakukan pemantauan di lima kecamatan tersebut serta kawasan lain yang berpotensi terdampak banjir.

Hingga Rabu pagi banyak warga yang akan melewati jalan-jalan utama di lima kecamatan tersebut mencari informasi di media sosial tentang jalan alternatif.

Terkait pengungsi, Budi mengatakan jumlah pengungsi banjir mencapai 59 KK atau 209 jiwa. Mereka berasal dari Kecamatan Dayeuhkolot dan Kecamatan Baleendah. “Diantara mereka ada 14 balita dan satu bayi,” katanya.

Rinciannya, pengungsi Kecamatan Dayeuhkolot berada di Aula Desa Dayeuhkolot. Jumlahnya 34 KK atau 122 Jiwa. Mereka terdiri dari 16 Lansia, 8 Balita, 1 Bayi, 1 Ibu Hamil, 2 Ibu Menyusui, 6 pelajar SMA, 9 pelajar SMP, 18 pelajar SD dan 3 Disabilitas.

Adapun pengungsi Baleendah berada di Posko Inkanasa, mereka terdiri dari 25 KK atau 87 Jiwa. Terdiri dari 16 Lansia, 6 Balita, 1 Ibu Hamil, 3 Ibu Menyusui. “Bayi Nihil, pelajar SD, SMP, SMA Nihil begitupun hanya dengan disabilitas,” pungkasnya. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kejati Kembali Lirik Kredit Macet Bank NTT Rp. 17 Miliar

Published

on

Continue Reading

Daerah

Jangan Pilih Mantan Napi Korupsi di Pilkada

Published

on

ilustrasi/net
Continue Reading

Daerah

Kasus Bank NTT Cabang Surabaya, Jaksa Selamatkan Uang Negara Rp. 128 miliar

Published

on

Continue Reading
Loading...