Connect with us

Ekonomi

Efek B30, Rupiah Menguat di Bawah Level Rp 14.000

Published

on

Realitarakyat.com – Nilai tukar rupiah rupiah terhadap dolar AS menjelang tutup tahun 2019 menguat. Optimisme pelaku pasar akan adanya pengurangan impor migas menyusul diluncurkannya bahan bakar B30 yang berpotensi memperbaiki struktur keuangan negara, berhasil mengangkat kurs rupiah pada perdagangan Kamis (26/12/2019).

Di pasar spot antarbank rupiah naik 4 poin atau 0,03 persen menjadi Rp13.975 per dolar AS dibanding posisi sebelum libur bersama Natal, Senin (23/12/2019) di level Rp13.979 per dolar AS.

Analis pasar uang mengatakan, timbulnya optimisme di pasar uang merupakan pertanda baik untuk perekonomian nasional tahun depan. Apalagi pengaruh eksternal juga menunjukkan tanda-tanda positif di mana hubungan AS-China diperkirakan kembali harmonis setelah kedua negara mencapai kesepakatan damai dagang fase I yang sepertinya akan diteken pada awal bulan depan.

Sementara dari dalam negeri, beberapa faktor yang memberikan kepercayaan diri pelaku pasar adalah akan diimplementasikannya bahan bakar biodiesel 40 persen (B40) yang akan dilanjutkan dengan B50, B60, bahkan hingga B100.

Kebijakan yang kemudian mengurangi impor migas ini memberikan efek yang positif ke pasar uang. Ditambah lagi beberapa kebijakan gabungan dari bank sentral Indonesia dan pemerintah memberikan kenyamanan bagi pelaku pasar.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Indonesia dan Swedia Komitmen Wujudkan Kerja Sama Berkelanjutan

Published

on

ist/net
Continue Reading

Ekonomi

Terima Banpres Produktif, Pemilik Warung Sembako Ini Mengaku Terharu

Published

on

Ade Irawan (ist/net)
Continue Reading

Ekonomi

G20 Serukan Bangun Sistem Kesiapan untuk Hadapi Pandemi di Masa Depan

Published

on

Presiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis 26 Maret 2020. KTT tersebut membahas upaya negara-negara anggota G20 dalam penanganan COVID-19. (ist/net)
Continue Reading
Loading...