Connect with us

Headline

Fahri: Persoalan Jakarta Lebih Mudah Diselesaikan oleh Kebijakan Presiden

Published

on

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah. (Foto: Ist)

Realitarakyat.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, masalah Jakarta – khususnya banjir dan macet – lebih mudah diselesaikan oleh kebijakan presiden daripada gubernur. Tapi, kalau presiden dan gubernur bersatu, tentu lebih cepat lagi selesainya.

“Sejak awal, kita membayangkan adanya perencanaan yang terintegrasi pada tiga provinsi dengan pemerintah pusat, yakni Jakarta, Jawa Barat dan Banten,” kata Fahri saat dihubungi, Kamis (2/1/2020).

Menurutnya, tanpa itu maka akan terjebak saling menyalahkan. Sebab, tiga provinsi itu adalah kawasan yang saling tergantung satu sama lain. Bahkan, menurut mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu, untuk menopang tiga provinsi itu, seharusnya Lampung mulai diikutkan dalam perencanaan kawasan.

“Dulu zaman Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ada yang ingin bikin jembatan Selat Sunda sekitar 30 Km. Sayangnya banyak yang tidak percaya. Tapi sekarang jembatan penghubung Macau-Zuhai-Hongkong sudah ada dan panjangnya 55 Km,” ujarnya.

Dikatakan, propinsi dan kota di Indonesia memang seharusnya direncanakan integrasinya secara fisik dan juga integrasi konsep kenegaraan. Dalam kerangka itu, lanjutnya, presiden dan DPR bisa membuat regulasi yang memaksa kawasan tertentu untuk mengikuti konsep besar integrasi kawan tersebut.

 

Disambung

Dia menyatakan, Jawa dan Sumatera seharusnya disambung. Hal itu agar pergerakan penduduk ke luar Jawa – khususnya ke pulau Sumatera yang lebih besar dan lebih kosong – dapat terjadi secara mudah.

Tentunya, kata dia, hal itu harus disertai pembangunan transportasi sampai ke Sabang agar mobilitas ke Barat akan semakin cepat dan mudah. Selain itu, inisiator ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) terserbut mengatakan, para gubernur harus sadar bahwa presiden adalah kekuatan yang paling efektif.

“Khususnya untuk membangun propinsi dan seluruh wilayah daerah di Indonesia ini. Jadi, jangan mau diajak bertengkar dengan presiden. Enggak ada gunanya. Hasilnya hanya kesengsaraan rakyat. Inilah waktunya untuk mengubur ego. Kita harus bersatu,” tegasnya.

Dia berharap, musibah besar ini dapat menjadi momentum kebersamaan. Sambil menemukan ilham dan petunjuk untuk menjawab tantangan masa depan bangsa Indonesia, menuju kekuatan yang memberi harapan pada bangsanya dan pada ummat manusia.[sas]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Menaker Ida Fauziah Positif Covid-19

Published

on

Continue Reading

Daerah

Beraroma Korupsi, Jaksa Lidik PDAM Kabupaten Kupang

Published

on

Continue Reading

Daerah

Kejati Sulbar Tetapkan DM Sebagai Tersangka Kasus Pengadaan Kopi

Published

on

Continue Reading
Loading...