BPJS Kesehatan Segera Lunasi Hutang - Realita Rakyat
Connect with us

Nasional

BPJS Kesehatan Segera Lunasi Hutang

Published

on

Ilustrasi. (Net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Persoalan defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang selama ini membebani, akan segera teratasi. Hal itu seiring dengan kenaikan iuran BPJS yang berlaku sejak 1 Januari 2020.

“Tahun ini hutang-hutang rumah sakit yang telah jatuh tempo pada akhir Desember 2019, bisa dilunasi. BPJS Kesehatan akan membayar semua utang-utang jatuh tempo senilai Rp 14 triliun, dengan target tiga bulan mendatang setelah premi dinaikkan,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, kemarin.

Hal itu dikatakannya usai menghadiri rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan kementerian terkait, di Kantor Kementeriaan Koordinator Bidang PMK. Pemerintah melalui Menko PMK bersama kementerian terkait, telah sepakat menjalankan Peraturan Presiden nomor 75 tahun 2019 terkait kenaikan iuran BPJS.

“Kalau tahun ini kita konsisten menjalani ini dengan baik – terutama aspek pendataan – tahun ini hutang-hutang rumah sakit akan bersih semua. Mungkin di akhir tahun – walaupun tidak banyak – sudah mulai ada tanda-tanda program ini sustain,” ujarnya.

Sehingga, tiga sampai empat tahun ke depan, rumah sakit dapat melayani dengan lebih baik lagi. BPJS juga akan menargetkan, dalam waktu tiga bulan hutang-hutang jatuh tempo tahun 2019 bisa diselesaikan.

Adapun kenaikkan iuran BPJS Kesehatan resmi berlaku pada 1 Januari 2020. Hal ini dikarenakan BPJS Kesehatan mengalami defisit pembayaran mencapai Rp 32 triliun.

Jika pemerintah tidak menaikkan tarif iuran, maka defisit tersebut akan terus membengkak tiap tahunnya. Aturan kenaikan tarif tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019 Pasal 34 tentang Perubahan Perpres Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Perubahan iuran BPJS untuk kelas I sebesar Rp. 160.000/orang/bulan; kelas II sebesar Rp 110.000/orang/bulan; dan kelas III sebesar Rp 42.000/orang/bulan. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, saat ini total seluruh peserta di semua kelas mencapai 224 juta jiwa dari 269 juta penduduk di Indonesia.

Bersamaan dengan itu, menurut data yang diperoleh dari Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf, sebanyak 3,53 persen peserta kelas I turun kelas, sedangkan peserta kelas II turun kelas sebanyak 3,32 persen.

“Di periode November-Desember 2019, peserta kelas I yang turun kelas sebanyak 153.466 jiwa, sedangkan di kelas II yang turun kelas ada 219.458 jiwa,” ungkap Iqbal.[sas]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nasional

Mensos Serahkan BantuanR 1 Miliar Kepada 286 Keluarga Untuk Modal

Published

on

Continue Reading

Nasional

Atasi COVID-19, Pemerintah Kirim Bantuan ke Jatim

Published

on

Continue Reading

Nasional

Beri Bantuan Corona, Erick Thohir Sebut Jatim Perlu Perhatian Khusus

Published

on

Continue Reading
Loading...