Connect with us

Nasional

Ini Alasan Hasto Ngotot Pilih Harun Masiku Jadi Anggota DPR PAW

Published

on

foto: ist/net

Realitarakyat.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai bahwa Harun Masiku merupakan sosok yang bersih dan memiliki rekam jejak (track record) yang baik. Alasan itu pula yang membuat Hasto menetapkan pilihan kepada Harun untuk menggantikan Nazarudin Kemas untuk menjadi anggota DPR periode 2019-2024.

Padahal, perolehan suara dalam pemilihan anggota legislatif (Pileg) lalu, Harun hanya berada di urutan kelima, dengan perolehan suara 5.878. Jumlah suara tersebut, terpaut jauh dengan Riezky Aprilia yang berhasil mengumpulkan suara sebanyak 44.402.

Namun Hasto mengaku memiliki wewenang untuk memilih pengganti Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia sebelum pelaksanaan Pileg karena mengikuti putusan Mahkamah Agung (MA).

“Kalau proses pergantian itu, kan ada keputusan dari MA. Bahwa ketika ada seseorang yang meninggal dunia, karena peserta pemilu adalah parpol, maka putusan MA menyerahkan hal tersebut ke parpol. Tapi keputusannya, kan tetap ada di KPU. Kami tidak mengambil keputusan,” kata Hasto, kepada wartawan, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, di sela-sela meninjau persiapan Rakernas I PDIP, Kamis (9/1/2020) sore.

Hasto juga membenarkan PDIP lebih memilih kader bernama Harun Masiku ketimbang Riezky Aprilia untuk menggantikan Nazarudin Kemas karena beberapa alasan.

“Dia (Harun) sosok bersih dan dalam upaya pembinaan hukum juga selama ini cukup baik track record-nya. Tapi kami itu pertimbangannya karena adanya putusan MA. Tanpa adanya putusan MA itu, kami tidak mengambil keputusan terhadap hal tersebut,” kata Hasto.

Harun, selama ini memang dikenal memiliki hubugan dekat dengan pengurus DPP PDI Perjuangan. Pria kelahiran 21 Maret 1971 ini, pada pemilu 2019 berada pada nomor urut 6.

Sebagaimana diketahui, perebutan kursi DPR RI dari PDIP Dapil Sumsel I, bermula dari wafatnya adik mendiang suami Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Taufiq Kiemas, yakni Nazarudin Kiemas.

Nazarudin meninggal pada 26 Maret 2019, sebelum coblosan Pemilu 2019 pada 17 April. Meski begitu, almarhum tetap mendapat suara terbanyak, karena fotonya masih terpampang dalam kertas suara.

Sementara di urutan kedua dalam perolehan suara, diraih Riezky Aprilia dengan 44,402 suara. Namun pada Agustus 2019, DPP PDIP meminta KPU membatalkan penetapan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR terpilih periode 2019-2024. DPP menginginkan Harun Masiku yang menggantikan Nazarudin di DPR.

Sebelum bergabung di PDIP, Harun merupakan kader Partai Demokrat. Dalam Pileg lalu, Harus mengantongi nomor urut 6 dalam daftar Caleg PDIP di Dapil Sumsel I.

Namun KPU memutuskan bahwa Riezky yang menggantikan Nazarudin melenggang ke Senayan. KPU beralasan, Riezky pemilih suara terbanyak setelah almarhum Nazarudin. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Per Hari Ini Senin 25 Januari Kasus Positif Covid di Indonesia Tembus 1 Juta Orang

Published

on

Continue Reading

Headline

Presiden jokowi Sebut Toleransi Akan Muncul Jika Kita Menghormati Perbedaan

Published

on

Continue Reading

DPR

DPR: Pejabat Publik Belum Jadi Contoh yang Baik Cegah Penyebaran Covid-19

Published

on

Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani (ist/net)
Continue Reading
Loading...