Komisi III: Rekam Jejak Putusan Hakim, Penting dalam Seleksi Hakim Agung - Realita Rakyat
Connect with us

Nasional

Komisi III: Rekam Jejak Putusan Hakim, Penting dalam Seleksi Hakim Agung

Published

on

foto: ist/net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman menekankan kepada Komisi Yudisial (KY) bahwa rekam jejak putusan hakim menjadi unsur penting dalam menyeleksi calon Hakim Agung.

Dalam rapat konsultasi dengan KY membahas calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung, dia tidak menemukan upaya KY untuk menampilkan rekam jejak putusan untuk mejadi bahan pertimbangan penting dalam menyeleksi.

“Lihat track record kerjanya sebagai hakim waktu memutus, seperti apa, apakah extra ordinary atau biasa saja. Sekali lagi saya tekankan track record putusan. Putusannya seperti apa, yang benar-benar monumental,” tandas Habiburokhman di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menyampaikan, posisi Hakim Agung sangatlah strategis, merupakan benteng terakhir orang menuntut keadilan. Maka rekam jejak putusan harus menjadi unsur penting dalam menyeleksi calon Hakim Agung.

“Kita tidak melihat adanya upaya KY untuk menampilkan track record putusan, saya pikir hakim itu di seluruh dunia dinilai dari putusan-putusannya. Bukan sekedar dia pernah menjabat apa, mendapat penghargaan apa, di pengadilan apa. Apa lagi Hakim Agung, benteng terakhir orang mencari keadilan,” papar Habiburokhman.

Dalam presentasi KY kepada Komisi III, Habiburokhman juga tidak mendapat deskripsi tentang integritas tinggi dan kualitas bagus yang dimaksud oleh KY.

“Rekomendasi yang disampaikan sepertinya template, integritas tinggi, kualitas bagus, itu normatif semua, kita gak dapat gambaran. Misal integritas tinggi dengan kasus apa di tahun sekian. Apakah teruji kualitas putusan tahun sekian. Ini saya gak dapat, sehingga wajar, saya dengar di periode sebelumnya yang disampaikan ke Komisi III DPR RI ditolak,” keluhnya. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Per Hari ini 8 Juli, Pasien Corona di Indonesia Bertambah 1.853 Orang

Published

on

Continue Reading

Nasional

Moratorium CPNS, Kemenkeu Pangkas 800-1.800 Pegawainya per Tahun

Published

on

Continue Reading

Headline

Jangan Percaya Hoaks,Kemenpan RB : Tidak Ada Istilah Pemberhentian PNS, Semua Difungsikan

Published

on

Continue Reading
Loading...