Connect with us

MPR

MPR Minta Polemik di Tubuh TVRI Segera Mereda

Published

on

Realitarakyat.com – Ketua MPR, Bambang Soesatyo berharap polemik yang terjadi di tubuh TVRI pasca diberhentikannya Direktur Utama TVRI Helmy Yahya oleh Dewan Pengawas (Dewas) TVRI, bisa segera mereda.

Menrutnya, jajaran Direksi TVRI dan Dewas perlu duduk bersama membangun kesepahaman. Sehingga kinerja TVRI yang dua tahun ini sudah bergerak bagus, tak kembali menurun.

Hal ini dikatakan Bamsoet saat menerima perwakilan karyawan TVRI di Ruang Kerja Ketua MPR, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Dalam pertemuan ini turut pula hadir Wakil Ketua MPR Arsul Sani. Sedangkan perwakilan karyawan TVRI yang hadir antara lain koordinator penyiar Imam Priyono, Kabid PPSLLU Rika Damayanti, Kabid PPNB Tuty Purwaningsih, dan Kasie Berita Agil Samal.

“Polemik ini jangan sampai mengganggu kinerja karyawan TVRI yang mencapai 4 ribu lebih. Sebagai lembaga penyiaran publik yang memiliki tagline Media Pemersatu Bangsa, TVRI harusnya bisa membuktikan persatuan di internalnya terlebih dahulu. Kejadian tidak harmonisnya Direksi dengan Dewas bukan kali ini saja terjadi. Kejadian yang sudah berulang kali ini tak boleh menjadi kebiasaan,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (21/1/2020).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mendorong Komisi I DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadi penengah polemik yang terjadi di TVRI.

Apalagi, di tengah stabilnya situasi politik dalam penyelenggaraan negara dan pelayanan publik, jangan sampai justru terganggu akibat polemik TVRI.

“TVRI harus menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Sejajar dengan media besar lainnya seperti Jepang yang memiliki NHK, Korea dengan Arirang dan KBS World, China dengan CCTV International, Australia dengan Australia Network, dan Inggris dengan BBC International. Untuk menuju ke sana, perlu kerjasama erat antarberbagai pihak,” papar Bamsoet.

“Komisi I DPR yang bertugas memilih dewas TVRI, kemudian dewas memilih direksi TVRI. Proses seleksi berjenjang ini harusnya bisa melahirkan kerjasama dan meredam potensi konflik,” sambungnya.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menekankan, jika pun ada permasalahan yang terjadi, seyogyanya baik direksi maupun dewas TVRI mengembalikannya kepada peraturan yang berlaku.

“Jangan sampai akibat tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara Direksi dengan Dewas, karyawanlah yang menjadi korban. Lebih jauh lagi, malah Indonesia yang menjadi korban, karena ketidakmampun kita membesarkan TVRI sebagai lembaga penyiaran publik milik negara,” pungkas Bamsoet.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Bamsoet Bersama IMI Dorong Standarisasi Tata Cara Berkendara Berkelompok

Published

on

Continue Reading

Headline

Pandemi Pukul Industri dan UMKM, Gus Jazil: Negara Harus Hadir Bantu Mereka Bangkit

Published

on

Continue Reading

Headline

Massifkan Sosialisasi 4 Pilar, MPR Kerjasama dengan Universitas Terbuka

Published

on

Continue Reading
Loading...