Connect with us

Daerah

Resahkan Warga, Warkop di Ruko Desa Ketanggi Terancam Ditutup

Published

on

Realitarakyat.com – Warung kopi (warkop) yang berlokasi di ruko di desa Ketanggi, tepatnya di RT 01/ RW 01, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, dinilai meresahkan warga sekitarnya.

Pasalnya, di lokasi tersebut kerap terjadi keributan antar sesama pengunjung. Salah satunya yang terjadi Selasa (14/1/2020). Ada pengunjung dalam kondisi mabuk, membawa sebuah senjata tajam berupa celurit dan sebuah garu dari kayu bambu ditempat tersebut.

Guna mengantisipasi timbulnya keributan, Senin (20/1/2020) malam, pukul 20.00 WIB, Kepala Desa Ketanggi memanggil pemilik ruko, pemilik warkop dan perwakilan warga desa untuk membuat kesepakatan.

Ketua BPD Joko Sutiono mengakui bahwa dirinya banyak menerima pengaduan dari warga. Pasalnya, keresahan itu telah membuat citra desa setempat menjadi tercoreng, terlebih berita tersebut sudah beredar di media online dalam beberapa hari belakangan ini.

“Banyak warga desa Ketanggi dan khusus RT 01/RW 01 mengadu kepada saya soal adanya ketidaknyamanan warga, dan belum lama ini terjadi permasalahan di warkop didesa Ketanggi yang diberikan di media online, itu sudah membuat citra desa Ketanggi tercoreng,” ujar Joko.

Karena itu, dia berharap, pemilik ruko dan penyewa warkop selalu koordinasi dengan pemerintah desa. Dan mematuhi aturan-aturan yang diterbitkan desa.

“Jika ada hal-hal yang sekiranya membuat keributan dengan membawa sajam, itu sudah juga membuat para ulama desa Ketanggi marah dan menelepon saya (ketua BPD desa). Dia berharap agar pemilik warkop dan penyewa selalu koordinasi dengan pemerintah desa agar kejadian kejadian bisa diantisipasi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala desa Jaka Sutaya menjelaskan jika sekiranya ada pengunjung warkop yang sudah mabuk kemudian minta minuman lagi (miras) jangan dikasih.

Jaka mengatakan aturan seperti apa monggo. Jam 23.00 WIB musik mati. Aturan ini nanti berlaku untuk selamanya,” tegas Kades Jaka.

Dia menambahkan agar anak buah pemilik warkop yang pakai baju kurang kain harus berpakaian sopan, karena pada sore hari pukul 14.00-16.00 WIB banyak anak mengaji.

Salah satu perwakilan warga Desa Ketanggi dari RT 01/RW 01 Jasmani menuturkan kesepakatan sudah dibuat sejak kepala desa yang lama masih menjabat, namun sampai sekarang masih dilanggar oleh pemilik dan penyewa warkop,” terangnya.

Karena suara yang keras menganggu ketentraman dan kenyamanan bagi warga.

Menurut pemilik 6 ruko Sutikno warga desa Ketanggi RT 03/RW 01 mengatakan dulu warkop buka pukul 10. 00 WIB, pukul 16.00 WIB tutup, sedangkan malam hari warkop buka pukul 20.00 WIB dan pukul 23.00 WIB musik berhenti.

Sedangkan warkop tutup tetap pukul 24.00 WIB, dan diharapkan PK memakai celana panjang,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rembang Teguh Maryadi mengatakan agar warkop desa Ketanggi yang dekat dengan pemukiman penduduk ini untuk menjamin rasa nyaman bagi masyarakat.

Sesuai dengan program No 2 Tahun 2017 tentang ketertiban umum. Jadi sampai sekarang ini dan detik ini Satpol PP masih banyak kekurangan. Warkop pernah diberi sanksi oleh Satpol PP. Bahwa di dalam Perda, Satpol PP ada bunyi yang mengatur tentang suara musik keras itu larangan. Warkop di desa Ketanggi izinnya juga tidak ada,” Jelas Teguh Maryadi.

Teguh menjelaskan kita (Satpol PP red)) tidak bisa menutup tetapi hanya bersifat penertiban. Sanksi yang akan diberikan Satpol PP tindak pidana ringan (Tipiring) dengan hukuman kurungan tiga bulan atau denda 50 juta.

Dia menambahkan dengan adanya miras di qarkop dan anak-anak pelajar yang bolos dan mampir di Warkop tolong diusir. Terkait masalah pakaian tidak pemandu karaoke (PK) boleh menggunakan pakaian seksi harus yang sopan,” terangnya.

Pelaku usaha diharapkan mentaati aturan. Dan lampu remang-remang tidak diperbolehkan lampu warkop harus terang. Yang tidak kalah pentingnya warkop harus punya izin usaha.

Kesepakatan antara pemilik warkop dan warga desa Ketanggi

Warkop harus punya izin, Jika mendengar adzan musik harus dimatikan, pakaian harus sopan, warkop buka pukul 10.00 WIB, suara musik berhenti pukul 22.30 WIB dan tutup pukul 24.00 WIB, Miras yang kadar alkoholnya tidak boleh melebihi 5%, Anak sekolah yang memakai seragam sekolah tidak boleh masuk ke Warkop, Tidak boleh mempekerjakan anak dibawah umur, Lampu harus terang dan warkop dipasang krei.

Dan untuk warkop yang tidak mentaati aturan yang tertulis dalam kesepakatan bersama harus ditutup.

Dalam kesempatan itu dihadiri oleh Kepala desa Ketanggi, Trantib Kecamatan Rembang kota, Ketua BPD desa Ketanggi, Kabid Trantib Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perwakilan warga Desa Ketanggi, Pemilik Warkop dan Penyewa Warkop. (aw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Di Cianjur-Jabar, kuota CPNS dokter spesialis-disabilitas tak terisi

Published

on

Continue Reading

Daerah

Pertimbangan Kondisi Perusahaan, UMP Sulbar Tidak Naik

Published

on

Continue Reading

Daerah

Jonas Salean Tersangka, Yanto Ekon : Tanah Itu Bukan Milik Pemkot Kupang

Published

on

Continue Reading
Loading...