Connect with us

Headline

Ade Armando Cs Galang Petisi Minta Jokowi Pecat Yasonna Laoly

Published

on

Realitarakyat.com – Akademisi dari Universitas Indonesia Ade Armando, sastrawan Goenawan Mohamad dan beberapa penggiat anti korupsi bersama puluhan orang dari warga biasa, aktivis hingga pengacara menggagas petisi di laman change.org meminta Presiden Joko Widodo memecat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terkait keberadaan tersangka kasus suap Harun Masiku.

Petisi gagasan Ade Armando dkk bertajuk ‘Presiden Jokowi, Berhentikan Yasonna Laoly karena Kebohongan Publik tentang Harun Masiku’.

“Kami sebagai kumpulan warga negara yang peduli pada perang melawan korupsi meminta Presiden Jokowi memberhentikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, karena kasus kebohongan publik bahwa tersangka korupsi Harun Masiku berada di luar negeri sejak 6 Januari 2019,” demikian paragraf pembuka petisi itu seperti dilihat dari laman change.org, Rabu (22/1/2020).

Hingga berita ini ditulis, petisi tersebut sudah ditandatangani 363 warganet dan jumlahnya terus bertambah. Target awal adalah mencapai 200 tanda tangan.

Ade dkk menganggap Yasonna telah berbohong karena pada 16 Januari menyebut Harun Masiku tidak berada di Indonesia. Sementara hari ini, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengungkapkan bahwa Harun Masiku telah berada di Jakarta sejak 7 Januari.

Dirjen Imigrasi Ronny Sompie beralasan keterlambatan pihaknya mengetahui kepulangan Harun akibat delay system dampak dari perbaikan sistem yang tengah dilakukan.

Para pembuat petisi menolak alasan Imigrasi tersebut.

Status Harun Masiku saat ini adalah buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para pembuat petisi menyatakan Menkumham harus bertanggungjawab. Alasannya, Yasonna mendapat kepercayaan dari Presiden Jokowi untuk menjaga kewibawaan dan penegakan hukum.

“Presiden Jokowi harus bertindak tegas agar menjaga kepercayaan publik pada wibawa pemerintah dan penegakan hukum. Karena itu, melalui petisi ini, kami mendesak Presiden Jokowi memberhentikan Yasonna Laoly dari jabatannya sebagai Menkumham,” tulis para penggagas petisi.

Sedikitnya ada 52 orang yang menggagas petisi meminta Presiden Jokowi memecat Yasonna.

Berikut isi Petisi Lengkap Warga Indonesia Anti Korupsi:

PRESIDEN JOKOWI BERHENTIKAN YASONNA LAOLY KARENA KEBOHONGAN PUBLIK TENTANG HARUN MASIKU

Kami sebagai kumpulan warga negara yang peduli pada perang melawan korupsi meminta Presiden Jokowi memberhentikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, karena kasus kebohongan publik bahwa tersangka korupsi Harun Masiku berada di luar negeri sejak 6 Januari 2019.

Kini diakui oleh pihak imigrasi bahwa Harun sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari.

Ditjen Imigrasi menyatakan bahwa kesalahan informasi yang disampaikan Yasonna terjadi karena adanya keterlambatan dalam pemrosesan data perlintasan, sehingga imigrasi Indonesia terlambat mengetahui bahwa Harun sudah berada di Indonesia pada 7 Januari 2019.

Penjelasan Ditjen Imigrasi ini jelas terasa mengada-ada .

Yasonna sampai tanggal 16 Januari masih menyatakan Harun masih berada di luar negeri. “Pokoknya belum di Indonesia,” kata Yasonna.

Seperti diketahui, Harun dijadikan tersangka karena diduga menyuap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Wahyu diduga menerima suap Rp 600 juta dari commitment fee sebesar Rp 900 juta. Suap tersebut dilakukan untuk memuluskan langkah Harun menggantikan caleg pengganti Riezky Aprilia dalam mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI.

Kini Harun berstatus buron.

Kasus kebohongan publik ini menimbulkan kesan kuat bahwa ada upaya untuk melindungi pelaku tindak korupsi dari jeratan hukum.

Menkumham harus bertanggungjawab atas kasus ini. Dia adalah orang yang dipercaya Presiden Jokowi untuk menjaga kewibawaan dan penegakan hukum di negara ini.

Presiden Jokowi harus bertindak tegas agar menjaga kepercayaan publik pada pemerintah dan penegakan hukum.

Apa yang dilakukan Yasonna merusak wibawa pemerintah dan penegakan hukum.

Karena itu, melalui petisi ini, kami mendessk Presiden Jokowi memberhentikan Yasonna Laoly dari jabatannya sebagai Menkumham.

Dukung dan sebarkan petisi ini!

Kami yang berinisiatif membuat petisi:

1. Ade Armando (Universitas Indonesia),
2. Goenawan Mohamad (Sastrawan)
3. Anton Miharjo (Warga)
4. Saiful Mujani (Dosen FISIP UIN Jakarta)
5. Syamsul Alam Agus (Yayasan Satu Keadilan)
6. Tafta Zani (Warga)
7. Rasidi Bakri. SH. LLM ( Lawyer di Palu)
8. Syarif Hidayat (Yayasan Dian Rakyat Indonesia)
9. Saidiman Ahmad (SEJUK)
10. Rudi Kartasasmita (Warga Bogor)
11. Cania Citta Irlanie (Alumni UI)
12. Luthfi Assyaukanie (Akademisi)
13. Irwan Amrizal (Warga Jakarta Barat)
14. Jim R. Tindi (Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sulawesi Utara)
15. T. Muhammad Jafar (Warga Aceh)
16. Tati Wardi (Dosen UIN Jakarta)
17. KAMALUDDIN PANE SH, MH ( advokat Medan )
18. Sirojudin Abbas (Warga Tangsel)
19. Andre Baharamin (Antropolog, Penulis)
20. Karmin Lasuliha ( Warga Papua).
21. A. Ali ( Warga Jakarta)
22. Iwan Salassa ( Warga Bulukumba)
23. Bowo Usodo ( Warga. Podcaster)
24. Sinam Sutarno ( Aktivis Media Komunitas).
25. Dahlan Jafar. Mpd ( Akademisi Unv Bumi Hijarah, Malut).
26. Baharudin Pitajali (KIPP-Sulut)
27. Uday Suhada (ALIPP-Banten)
28. Muhlis Yusuf (Warga Makasar)
29. Muhammad Ansari (Warga Maluku)
30. Vivin Sri Wahyuni (Alumni UI, Srikandi Indonesia)
31. Henry Selang (Warga Gorontalo)
32. Rustam Ade (NUKU Foundation Institute-Malut)
33. Yardi Harun (Netfid)
34. Falen D Kandou (Aktivis Sulut)
35. A. Rifki (Warga Jakarta Timur)
36. Benny Rhamdani ( Warga Sulut)
37. Alex Sartono (Aktivis Sulut)
38. Suci Fitriah (Alumni UIN Jakarta- Aktivis Perempuan)
39. Pitres Sombowadile (Pusat Kebijakan Alternative, Manado)
40. Tessa Tambunan ( Warga Jakarta . Pendukung Jokowi).
41. Fahrul Pasambuna A. ( Warga Depok ).
42. Andi Syafrani (Tim Kuasa Hukum Jokowi Ma’ruf dlm Sengketa Pilpres 2019 di MK/Dosen FSH UIN Jkt).
43. Teddy Ardianto(Warga Sidoarjo)
44. DR. Ade Yamin ( Akademisi Miftahul Muluk, Papua)
45. Nur Iman Subono (Dosen FISIP UI)
46. Iswin Arizal (Wartawan, Warga Sidoarjo)
47. Ray Rangkuti ( Lingkar madani)
48. Riswan Lapagu. SH ( Praktisi/aktivis anti korupsi Depok)
49. Muhammad Alfan (UIN SGD Bandung)
50. Abidah Setyowati (akademisi)
51. Dorita Setiawan (akademisi)
52. Hanum Tyagita (guru)[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Kapolri Pimpin Korps Raport 46 Pati Polri

Published

on

Continue Reading

Daerah

Manusia Silver Semakin Banyak di Kota Bekasi, Ternyata Penghasilannya Ratusan Ribu Per Hari

Published

on

Continue Reading

Daerah

Diduga Adanya Tekanan, Jaksa Bungkam Soal Pemeriksaan Pemilik Hotel Ayana

Published

on

Continue Reading
Loading...