Connect with us

Hukum

Harun Ada di Indonesia Sejak 7 Januari, KPK Berharap Segera Ditangkap

Published

on

Realitarakyat.com – Dirjen Imigrasi telah menyatakan bahwa tersangka kasus suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR dari PDIP Harun Masiku sudah berada di Indonesia sejak Selasa (7/1/2020) lalu atau sehari sebelum OTT KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun berharap Harun bisa segera tertangkap.

“Kami berharap tersangka HAR dapat segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).

Ali pun berharap Harun Masiku untuk kooperatif tidak melarikan diri lagi. KPK sendiri akan mempertimbangkan peringanan hukuman jika Harun Masiku mau serahkan diri.

“Bersikap kooperatif kepada penyidik KPK tidak hanya membantu penegak hukum tetapi nantinya pada tingkat persidangan juga akan dapat dipertimbangkan sebagai alasan meringankan hukuman yang bersangkutan,” imbuhnya.

Ali mengatakan KPK sebenarnya sudah melakukan sejumlah upaya untuk menangkap Harun Masiku termasuk berkoordinasi ke Imigrasi dan Polri. KPK sudah mengirimkan pemintaan pencegahan ke luar negeri untuk Harun Masiku per tanggal 13 Januari 2020.

“Untuk itu sejak tanggal 13 Januari 2020 KPK pun telah mengirimkan permintaan cegah kepada imigrasi dan sudah ditindaklanjuti,” ucapnya.

Selain itu, Ali mengatakan KPK juga meminta bantuan Polri untuk melakukan penangkapan terhadap Harun Masiku. KPK pun memasukan Harun dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Di samping itu juga dilanjutkan pula dengan permintaan bantuan penangkapan kepada polri dan ditindaklanjuti dengan daftar pencarian orang (DPO),” kata Ali.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mengakui jika Harun Masiku sudah di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020. Padahal, pada Senin 13 Januari 2020 lalu, Ditjen Imigrasi menyebut Harun masih di luar negeri.

“Sudah masuk rupanya setelah kita dalami sistem itu sudah masuk,” ucap Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie saat dikonfirmasi, Rabu (22/1).

Ronny menyebut ada persoalan para perangkat yang ada di Bandara Soekarno-Hatta sehingga sebelumnya tidak diketahui kedatangan Harun itu.

“Memang ada delay time karena di (Terminal) 2F itu perangkat IT kita baru pasang di sana jadi ada delay time setelah kita dalami dan kita tahu sudah masuk tanggal 7 Januari 2020 yang lalu,” imbuh Ronny.

Ronny mengatakan sampai kini Harun Masiku masih berada di Indonesia. Ronny menyerahkan semua urusan pencarian Harun ke KPK.(ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

Anggap Tewasnya 4 Laskar FPI Masuk Pelanggaran HAM Berat, PP Muhammadiyah Sebut Penyelidikan Komnas Ham Belum Tuntas

Published

on

Continue Reading

Hukum

Tito: Komjen Listyo Sigit Miliki Pengalaman yang Tak Saya Punya

Published

on

Continue Reading

Hukum

Tito Dukung Langkah Jokowi Usung Listyo Sigit sebagai Calon Kapolri

Published

on

Continue Reading
Loading...