Imlek 2020, 44 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi dari Kemenkumham - Realita Rakyat
Connect with us

Hukum

Imlek 2020, 44 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi dari Kemenkumham

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kementerian Hukum dan Ham memberikan remisi khusus bagi narapidana pemeluk agama Khongucu pada hari Imlek 2020 ini. Ada sekira 44 narapidana yang mendapatkan remisi.

“Pemberian remisi khusus di Hari Raya Imlek ini merupakan bentuk pemenuhan hak narapidana, dengan syarat mereka harus sudah mengikuti program pembinaan dan tentu selama menjalani masa pidana tidak melanggar hukum serta kedisiplinan. Yang jelas ini implementasi langsung Resolusi Pemasyarakatan tahun 2020,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, dalam keterangannya, Sabtu (25/1/2020).

Sri menjelaskan, dari jumlah tersebut 42 orang narapidana mendapatkan remisi khusus I berupa pengurangan sebagian masa pidana. Rinciannya, 10 orang menerima remisi 15 hari, 23 orang menerima remisi 1 bulan, 8 orang menerima remisi 1 bulan 15 hari dan 1 orang mendapat remisi 2 bulan. Selain itu terdapat seorang narapidana yang mendapatkan remisi khusus II atau langsung bebas.

Kanwil Kemenkumham Bangka Belitung menyumbang jumlah penerima remisi khusus Hari Raya Imlek terbanyak yaitu 16 orang narapidana. Sementara itu, narapidana penerima remisi lainnya tersebar di berbagai wilayah seperti Bali, Banten, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau dan Riau.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Yunaedi, mengungkapkan pemberian remisi khusus kali ini menghemat anggaran biaya makan sebesar Rp 21.930.000 dengan biaya makan per hari rata-rata sebesar Rp 17.000 per orang. Dia menyebut proses pemberian remisi berjalan dengan cepat dan transparan karena diselenggarakan secara online dengan menggunakan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP).

“Pengajuan usulan remisi ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Penggunaan teknologi informasi semakin dioptimalkan. Dengan adanya remisi online melalui SDP, prosesnya akan menjadi lebih cepat, murah dan akurat. Hak narapidana terjamin, akuntabilitas dan integritas petugas terjaga,” ujar Yunaedi.

Berdasarkan Sistem Database Pemasyarakatan tertanggal 23 Januari 2020, jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan di seluruh Indonesia mencapai 264.934 orang yang terdiri dari 200.471 orang narapidana, 61.987 orang tahanan dan 2.476 orang nak. Sementara itu kapasitas hunian hanya sebesar 131.332 orang. Dari jumlah tersebut narapidana yang beragama Konghucu berjumlah 70 orang.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Kejari Cilacap Tangkap PA DPO Kasus Dugaan Korupsi di Pertamina Marine

Published

on

Continue Reading

Headline

Jaksa periksa dua saksi kasus korupsi pembiayaan Danareksa

Published

on

Continue Reading

Hukum

Kasus Asset Negara Kelapa Lima, Ditingkatkan ke Penyidikan

Published

on

Continue Reading
Loading...