Banjir Bandang Bondowoso : 200 KK Mengungsi, Dua Orang Terluka - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

Banjir Bandang Bondowoso : 200 KK Mengungsi, Dua Orang Terluka

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Jakarta : Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo mengatakan, banjir bandang yang menerjang Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur Selasa malam hingga Rabu hari ini disebabkan hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Pegunungan Ijen.

Melalui akun twitter pribadinya, Agus Wibowo menyebutkan 200 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dua orang luka-luka dan seorang warga lanjut usia (lansia) dirawat di Puskesmas setempat.

“Dampak banjir Bondowoso 2 orang luka ringan, 1 lansia dirawat di Puskesmas, dan 200 KK terdampak,” demikian tulis Agus Wibowo melalui akun twitter pribadinya, @aw3126, Rabu (29/1/2020).

Pantauan sementara BPBD setempat menyebutkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karthutla) 2019 lalu di wilayah hulu atau pegunungan Ijen menjadi faktor utama karena hilangnya kayu-kayu sebagai resapan air.

Oleh sebab itu, saat banjir bandang, lumpur menjadi satu dengan air dan batang-batang pohon bekas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Demikian menurut BPBD Kabupaten Bondowoso.

Akibat banjir bandang, BPBD membenarkan 200 keluarga ikut terdampak hingga harus mengungsi ke rumah kerabat mereka di wilayah yang lebih aman.

Pascakejadian Tim Reaksi Cepat BPBD Bondowoso melakukan kaji cepat, evakuasi korban dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Sempol, Saudia Taufik mengatakan banjir bandang memang menerjang wilayahnya hari ini.

 

Menurutnya, walau hujan sudah reda, namun banjir bandang terus mengalir deras. Bahkan kantor Kecamatan Sempol sendiri dikepung air bah.

“Tahun lalu dibuatkan saluran untuk menampung banjirnya oleh BPBD, tapi tetap ndak menampung,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang mengerikan menerjang Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020) sekitar pukul 13.00 WIB siang.

Kejadian tersebar lewat video amatir yang terus viral berpindah-pindah di media sosial baik WhatsApp Group sampai media chatting lainnya hari ini.

Melalui video amatir tersebut, nampak jelas air mengalir deras bercampur lumpur hingga berwarna hitam pekat sekali. Mengerikan karena kecepatan air begitu luar biasa tepat di depan sebuah rumah warga.

Kepala Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo membenarkan banjir bandang tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tadi siang.

“Ketinggian air genangan yang bercampur lumpur setinggi kurang lebih 60 cm,” kata Agus Wibowo melalui laman resmi BNPB, Rabu (29/1/2020).

Banjir bandang diperkirakan datang dari Gunung Suket dan Jampit. Dan ini kerap terjadi, karena pihak BPBD setempat sampai membuatkan saluran nuntuk menampung aliran banjir dari atas dua gunung tersebut namun tetap tidak mampu menampung debit air yang semakin bertambah.

Kenapa sampai banjir bandang harus terus menerus? Dan kenapa dari atas gunung datangnya? Apakah hutan di sana masih ada ataukah sudah gundul? Itulah dia…. (Foto: Twitter @aw3126). (Es)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Bupati Labuhan Batu Dilaporkan Pegawainya Ke Polda Sumutra Utara

Published

on

Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe
Continue Reading

Daerah

Sidang Pendeta Cabul Digelar Besok, 7 Saksi Bakal Dihadirkan

Published

on

, pendeta Hanny Layantara
Continue Reading

Daerah

200 Siswa Secapa TNI AD Positif Corona, Warga di Sekitar Tolak Rapid Test

Published

on

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Ema Sumarna
Continue Reading
Loading...