Connect with us

Ekonomi

DPR Akui Banyak Oknum Atasnamakan Koperasi SP Gasak Dana Warga

Published

on

foto: ist/net

Realitarakyat.com – Komisi VI DPR RI mengakui bahwa saat ini masih banyak oknum yang mengatasnakan koperasi simpan pinjam, menggasak dana warga. Tak hanya itu, kiprah beberapa koperasi produksi, jasa konsumen, hingga pertanian, di negara Asia, koperasi di Indonesia dinilai masih tertinggal.

Demikian dikemukakan anggota Komisi VI DPR RI, Marwan Jafar, dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/2/2020).

Karenanya, politisi PKB ini mengatakan bawha koperasi yang ada di Indonesia perlu pembenahan serius. Mengingat, katanya, beberapa tahun belakangan, kabar kinerja dan prestasi sejumlah koperasi di Indonesia dinilai sudah ada yang benar-benar sehat.

“Di sisi lain, beberapa fakta menunjukkan banyak oknum yang mengatasnamakan koperasi simpan pinjam yang menggasak dana warga. Kalau kita tengok kiprah beberapa koperasi produksi, jasa konsumen, hingga pertanian di negara Asia, koperasi di Indonesia masih tertinggal,” katanya menambahkan.

Dia mencontohkan, di Singapura, ada koperasi konsumen beranggotakan 500 ribu orang dan beromset Rp9,3 triliun per tahun yang dikendalikan oleh koperasi buruh (NTUC).

Kemudian, Koperasi Pertanian Zen Noh di Jepang, memproduksi hasil pertanian, mengemas, dan mendistribusikannya dengan jumlah anggota sekitar lima juta orang dan bervolume usaha 13 miliar dollar AS atau setara Rp182 triliun.

Sedangkan di Korea Selatan, terdapat koperasi pertanian Nonghyup atau National Agricultural Cooperative Federation (NACF) beranggota 2,35 juta orang dan memiliki volume usaha 31,27 miliar dollar AS serta berkinerja sosial baik.

Terlebih jika dibandingkan dengan hebatnya kemajuan koperasi produsen sektor peternakan, perkebunan, dan perdagangan di Eropa khususnya Inggris, Jerman, Kanada, Denmark, Norwegia dan Finlandia, maka koperasi Indonesia dinilai butuh pembenahan serius.

“Terkait pencapaian perkoperasian sejumlah negara tetangga itu, kita jadi bertanya-tanya terobosan atau gebrakan apa dan bagaimana yang sedang atau akan dilakukan oleh pihak Kementerian Koperasi dan UKM ke depan,” ujar Marwan.

Karena itu, Marwan menyarankan agar kehidupan perkoperasian Indonesia dipetakan ulang melalui pendekatan SWOT alias apa saja modal kekuatan mereka, di mana kelemahan-kelemahan, tantangan terbesar yang harus ditaklukkan dan kiat-kiat jitu, nyata dan terukur seperti apa yang perlu ditempuh koperasi agar sehat dan maju.

Ia meyakini, dengan potensi sumber daya alam, pangan dan energi yang dimiliki, Indonesia akan sangat cocok dan tepat dikelola melalui prinsip-prinsip perkoperasian. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Menkop dan Menparekraf Optimalkan Kolaborasi di 5 Destinasi Super Prioritas

Published

on

(ist/net)
Continue Reading

Ekonomi

Erick Thohir Angkat Wakapolri Gatot Eddy Jadi Wakil Komut PT Pindad

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Tercanggih di Asia Tenggara, Pusat Kendali Operasi Kereta Resmi Beroperasi

Published

on

(ist/net)
Continue Reading
Loading...