Connect with us

Hukum

Diperiksa KPK, Sahroni: Semua Pertanyaan Tentang Bisnis Masa Lalu

Published

on

Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni sebagai saksi berkaitan dengan PT Merial Esa (ME), yang merupakan korporasi yang dijerat KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan di Bakamla.

Sahroni pun mengaku tidak tahu sama sekali mengenai kasus suap di balik pengadaan proyek di Bakamla. Dia bahkan sampai mengklaim penyidik KPK kebingungan mengajukan pertanyaan kepadanya.

“Semua terkait masalah pertanyaan tentang bisnis masa lalu,” kata Sahroni usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020).

Dalam jadwal pemeriksaan di KPK memang identitas Sahroni disebutkan sebagai swasta, bukan anggota Dewan. Namun Sahroni memastikan bisnisnya di masa lalu tak berkaitan dengan Bakamla.

“Ya biasalah namanya waktu zaman Abang dulu bisnis minta informasi, tapi masalahnya bisnis dengan Bakamla sama sekali gua nggak tahu,” ujar Sahroni.

“Tadi juga kenapa sampai satu jam setengah ngobrolnya yang lain lebih banyak daripada urusan Bakamla karena bingung penyidiknya mau nanya urusan Bakamla gua nggak tahu sama sekali,” imbuh Sahroni.

Sahroni mengaku ditanya pula mengenai kerja sama dengan para tersangka dalam perkara itu. Namun Sahroni kembali menyebut tidak tahu.

“Hubungan-hubungan aja, terkait Bakamla sama sekali nggak ada. Jadi bingung dia juga nanya karena gua nggak terkait Bakamla,” sebut Sahroni.

Pemeriksaan terhadap Sahroni berkaitan dengan PT Merial Esa (ME), yang merupakan korporasi yang dijerat KPK sebagai tersangka. PT ME diketahui milik Fahmi Darmawansyah, yang telah divonis bersalah dalam kasus ini.

PT ME diduga membantu memberikan suap kepada Fayakhun Andriadi, yang saat itu menjabat anggota DPR. Suap kepada Fayakhun itu, disebut KPK, diberikan oleh Fahmi Darmawansyah.

Total suap yang diduga diberikan kepada Fayakhun ialah USD 911.480 atau sekitar Rp 12 miliar. Duit itu diduga diberikan secara bertahap lewat rekening di Singapura dan China dengan tujuan agar Fayakhun mengupayakan proyek pengadaan satellite monitoring Bakamla bisa dianggarkan pada APBN-P 2016.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Direktur Penyidikan KPK Kini Dijabat Brigjen Pol Setyo Budiyanto

Published

on

Continue Reading

Headline

Peragakan 32 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi, Terungkap Perencanaan Sepasang Kekasih ini

Published

on

Continue Reading

Headline

KPK Gandeng MAKI Usut Dugaan Keterlibatan Aktor Senayan di Kasus Djoko Tjandra

Published

on

Continue Reading
Loading...