Kepsek SDN 100780 Tapian Nadenggan Jarang Masuk Sekolah, Warga Minta Bupati Tindak Tegas - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

Kepsek SDN 100780 Tapian Nadenggan Jarang Masuk Sekolah, Warga Minta Bupati Tindak Tegas

Published

on

Realitarakyat.com – Kepala sekolah SDN 100780 Tapian Nadenggan Desa Situmbaga, kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara, Mardiah Harahap dikabarkan jarang masuk.

Berdasarkan pantauan Realitarakyat.com, dan pernyataan warga sekitar sekolah membenarkan hal tersebut.  ” Iya Benar, Kepala Sekolah jarang masuk, bahkan jarang ikut dalam proses belajar mengajar”, kata warga yang berdomisili sekitar sekolah SDN 100780 Tapian Nadenggan, Kamis (27/2/2020).

Bahkan menurut warga sekitar sekolah, akibat Kepala sekolah jarang masuk, Kondisi sekolah menjadi sangat memperihatinkan, Seperti Pintu ruangan belajar rusak, Plafon sekolah juga sudah pada roboh, Selain itu ruangan toilet sekolah juga sudah rusak dan bahkan sangat bau.

Plafon Sekolah roboh

Plafon Sekolah roboh

Menyikapi hal tersebut masyarakat sekitar meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Bupati Paluta untuk segera mengambil tindakan dengan memberikan sanksi kepada kepala sekolah yang bersangkutan. Agar kedisiplinan para pengajar di wilayah Paluta dapat ditingkatkan sehingga mutu pendidikan di Paluta meningkat.

Saat Wartawan Realitarakyat.com meminta klarifikasi hal tersebut kepada Kepala Sekolah SDN 100780 Tapian Nadenggan, Mardiah Harahap, beliau (Mardiah Harahap-Red) seakan tidak peduli akan keritikan warga dan bahkan kepada Media Beliau menunjukkan sikap yang sangat arogan.

Kepala sekolah SDN 100780 Tapian Nadenggan Desa Situmbaga, kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara, Mardiah Harahap

“Kalian mau berhentikan saya, silakan kalau bisa. Siapa yang sanggup menggantikan saya,” kata Mardiah Harahap dengan nada dan sikap arogan kepada Realitarakyat.com saat di temui di kediamannya, Kamis (27/2/2020).

Padahal beberapa hari yang lalu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahyo Kumolo mengatakan, Berdasarkan PP Nomor 53/2010, untuk PNS yang tidak masuk sebanyak 1-5 hari terkena sanksi ringan berupa teguran lisan, sedangkan untuk 6-10 hari berupa sanksi teguran tertulis, untuk 11-15 hari terkena sanksi pernyataan tidak puas dari pimpinan, dan yang paling berat bagi PNS yang tidak masuk sebanyak 31-46 hari atau lebih.

“Sanksi dijatuhkan tergantung bobot pelanggarannya, kalau tidak masuk 31-46 hari atau lebih, sanksi hukuman disiplinnya berat,” kata Tjahyo Kumolo beberapa saat yang lalu di kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Tjahyo Kumolo menyebutkan, pengenaan sanksi disiplin berat bagi PNS yang tidak masuk kerja selama 31-46 hari atau lebih dalam satu tahun dan sesuai evaluasi kinerja bisa dikenakan mulai dari penurunan pangkat, hingga diberhentikan.

“Sanksi berat itu dimulai dari penurunan pangkat, penurunan jabatan, pembebasan dari jabatan, sampai dengan pemberhentian dengan hormat maupun dengan tidak hormat,” jelas dia.(Haryan Harahap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Perawat Positif Covid-19, Ambon Tutup 4 Puskesmas

Published

on

Continue Reading

Daerah

Muhammadiyah Klaten Mengaku Dicatut terkait Teror Diskusi UGM

Published

on

Continue Reading

Daerah

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Melongulane Sulut

Published

on

Continue Reading
Loading...