Connect with us

MPR

Kunjungi Freeport, MPR Pastikan Saham Hasil Akuisisi Miliki Prospek Ekonomis

Published

on

foto: ist/net

Realitarakyat.com – Kunjungan Pimpinan MPR RI dan DPD RI ke PT. Freeport Indonesia, untuk memastikan bahwa saham yang sudah diakuisisi pemerintah itu memiliki prospek yang baik secara ekonomis.

“Dalam kunjungan itu, kami mendapat kejelasan bahwa kandungan dan deposit tembaga serta emas masih bisa ditambang sampai tahun 2051,” ujar Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, usai mengunjungi PT. Freeport Indonesia, di Tembagapura, Rabu (3/3/2020).

Dia juga menyatakan dukungannya terhadap wacana pemerintah Indonesia menambah jumlah kepemilikan saham di PT. Freeport Indonesia, setelah sebelumnya telah menguasai 51 persen saham perusahaan tersebut.

“Kami terus dorong (pemerintah menambah penguasaan saham Freeport), itu sambil jalan karena secara bisnis harus dikembangkan karena potensinya sangat luar biasa,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Dia pun mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang berhasil mendesak PT. Freeport memberikan sahamnya sebesar 51 persen kepada pihak Indonesia.

Menurut dia, setelah Indonesia memiliki saham mayoritas Freeport, mempengaruhi juga sistem pemanfaatan tambang tersebut, misalnya, kalau sebelumnya hasilnya mayoritas di ekspor maka saat ini tidak.

“Sejak ditandatangani hanya boleh di ekspor 200 ribu ton, lalu satu juta ton dalam setahun dikerjakan di smelter yang ada di Gresik. Itu manfaat atau nilai tambah yang didapat bangsa Indonesia ketika pemerintah memiliki saham mayoritas,” ujarnya.

Saat ini, menurut Bamsoet, Freeport sedang mengalihkan pertambangannya dari tambang terbuka (open pit) ke bawah tanah (underground mine), dan digadang menjadi tambang bawah tanah terbesar di dunia, dengan peningkatan kapasitas produksi bertahap dimulai pada 2020 sebesar 96 ribu ton/hari, 2021 sebesar 160 ribu ton/hari, 2022 sebesar 216 ribu ton/hari, dan 2023 sebesar 217 ribu ton/hari,” paparnya.

Dia mengatakan dengan cadangan 1,8 miliar ton mineral, Freeport masih bisa berproduksi hingga 2051 sehingga jeda waktu 31 tahun sejak 2020 tidak boleh disia-siakan Freeport untuk membangun Indonesia melalui aktivitas usaha pertambangan.

Dikatakannya, Papua merupakan tanah yang diberkati Tuhan sehingga kekayaan nasional harus diolah di dalam negeri dan dimanfaatkan sebesarnya untuk rakyat, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan.

“Jangan sampai ditengah melimpahnya kekayaan sumber daya alam, bangsa kita khususnya masyarakat Papua malah justru dirundung kemiskinan,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bamsoet didampingi para Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Arsul Sani, Fadel Muhammad, Wakil Ketua DPD RI Sultan Najamudin, Ketua Forum Komunikasi dan Aspirasi MPR RI untuk Papua/MPR FOR PAPUA Yorrys Raweyai, dan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Kunjungan Pimpinan MPR, DPR, dan DPD RI ke PT. Freeport Indonesia dikawal aparat Kepolisian, TNI, BIN, dan Satgas Elang Pos Tembagapura. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Dihadapan Civitas Akademika Universitas Parahyangan, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Pancasila Sebagai Dasar Negara

Published

on

Continue Reading

Headline

Syarief Hasan Dorong Santri Indonesia Terus Berkarya Di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

Continue Reading

Headline

Menerima Tinton Soeprapto, Ketua MPR RI Bamsoet Tegaskan IMI Siap Gelar Kejurnas Balap Motor Bebek

Published

on

Continue Reading
Loading...